Jumat, 14 Sep 2018 15:34 WIB

Jangan Salah, Honda Brio RS Bukan LCGC

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Ruly Kurniawan Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Meski selalu berdampingan, Honda Brio RS tidak termasuk dalam skema Low Cost Green Car (LCGC) seperti Brio Satya. Mobil tersebut dihadirkan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk pecintanya yang mempunyai dana lebih dan ingin memiliki hatchback berbeda.

Tidak mendapatkan insentif dari Pemerintah (karena tak masuk skema LCGC), Brio RS menjadi varian termahal dari Honda Brio. Generasi terbaru dari mobil tersebut dibanderol Rp 175 juta (manual) dan Rp 190 juta (CVT).

Tapi jangan khawatir, hal itu berbanding lurus dengan apa yang dimiliki Brio RS yakni karakter sporty yang kental serta modern. Hal tersebut dapat terlihat dari tubuh luar dan dalam mobil.


Pada bagian eksterior, Brio RS memiliki grill berwarna hitam yang terkesan gagah dan sporty. Beda dengan Brio Satya yang mengunakan krom. List hitam itu berlanjut sampai bagian dalam lampu.

Selain itu, spion Brio RS juga memiliki lampu sein, tak seperti Brio Satya yang polos. Velg dual tone 15 inci, diffuser hitam pada bagian belakang, atap berwarna piano black, hingga emblem juga menjadi perbedaan mencolok antara Brio RS dan Satya.


Tak sampai disana, bagian interior Brio RS juga punya perbedaan seperti head unit, karakter jok berwarna hitam dan oranye, juga list dashboardnya. Mobil juga memiliki tambahan twitter.

"RS tidak termasuk LCGC karena memang tipe itu buat konsumen yang memiliki dana lebih dan ingin mobil yang lain. Sehingga beli RS. Namun untuk volume penjualannya tipe RS hanya antara 5 sampai 10 persen saja, lebih banyak Satya," ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy kepada detikOto di Jakarta, Jumat (14/9/2018). (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed