Senin, 10 Sep 2018 13:59 WIB

Batasi Impor, Sinyal Pemerintah Beri Angin untuk Industri Lokal

Ruly Kurniawan - detikOto
Pabrik mobil Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pengendalian impor mobil dan motor mewah yang efektif pada bulan ini dikatakan bisa mampu merangsang otomotif dalam negeri. Sebab, industri terkait harus melakukan ekspor produk Indonesia lebih banyak dahulu sebelum impor.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menekankan, pembatasan impor ini sebagai sinyal untuk memaksimalkan produksi kendaraan di dalam negeri. Kendaraan yang terkena dampak langsung pada kebijakan baru tersebut adalah mobil berkapasitas di atas 3.000 cc dan supercar serta motor di atas 500 cc.



"Tapi kalau yang sudah on the way, ya dilanjutkan saja. Kategorinya dari sisi harga sudah tinggi dan kita sudah punya kriteria sesuai PPnBM. Misalnya kategori supercar. Kan tidak ada supercar yang tidak mewah," ujar Airlangga Hartarto di Jakarta pekan lalu.

"Memang dari segi jumlahnya tidak besar, tetapi melalui kebijakan ini menjadi sinyal bahwa kita prioritaskan pada produksi nasional yang ikut menggerakan ekonomi kita," tambahnya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika dalam sebuah wawancara juga mengatakan bahwa jumlah impor mobil ke Indonesia akan dibatasi, produsen akan diizinkan untuk impor kalau ada komitmen untuk ekspor.

"Kita tidak bisa menghindari bahwa setiap industri punya strateginya masing-masing untuk bangun pabrik ditempat berpotensi lalu dikirim, tapi sepanjang ekspor dengan impornya lebih besar ekspor, kita pertimbangkan (kegiatan impornya)," kata Putu.

"Kalau dia mau investasi, kita berikan sedikit (kuota untuk impor). Hal ini sudah kita bicarakan misalkan ke Suzuki. Responnya dia akan meningkatkan ekspor. Jadi nanti ekspornya ditambah, impornya juga dikendalikan," tambahnya.



Airlangga juga mendorong merek yang punya pabrik di dalam negeri khususnya otomotif, untuk menggenjot performa ekspor. Dirinya menyontohkan komitmen investasi Toyota Indonesia selama 2-3 tahun belakangan yang mencapai Rp 20 triliun.

"Pertengahan bulan ini juga akan ada ekspor dari Suzuki, sehingga ekspor secara keseluruhan di tahun ini akan menembus hingga 250 ribu unit," paparnya.

(ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com