Merek mobil itu akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan, dan siap melakukan ekspor.
"Ada beberapa brand yang tidak bisa saya sebutkan saat ini dalam waktu dekat akan melakukan investasi di dalam negeri. Karena memang tidak hanya dijadikan pasar tapi juga akan dijadikan base untuk melakukan ekspor," ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada launching Industry 4.0 April lalu, pemerintah memberikan dukungan pada sektor industri otomotif dalam negeri. Pemerintah berharap industri otomotif bisa menjadi salah satu leading sector dalam hal ekspor.
Pemerintah memang saat ini tengah berupaya meningkatkan ekspor untuk mengurangi defisit neraca perdagangan. Salah satunya dengan pengendalian impor mobil mewa. Sejumlah manufaktur otomotif menyiasati kebijakan ini dengan mengimpor kendaraan secara terurai dan kemudian merakitnya di Indonesia atau istilahnya Completely Knock Down/CKD.
"Daripada CBU yang masuk kan mendingan CKD. Produksi mobil CKD walaupun volumenya belum besar tetapi mereka sudah menambah tenaga kerja dan itu yang kita harapkan dari brand-brand yang lain. Setelah itu kita dorong untuk membangun lokal konten dalam negeri," ujar Haryanto.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya