Rabu, 05 Sep 2018 21:14 WIB

Penerapan Biodiesel B20 Bisa Kurangi Impor BBM

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Gunung Harta Foto: Gunung Harta
Jakarta - Selain BBM berstandar Euro4 pemerintah juga berencana menerapkan biodiesel B20. Penerapan tersebut juga disambut baik berbagai kalangan termasuk Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Hal positifnya penerapan Biodiesel B20 juga dinilai bisa mengurangi impor BBM.

"Target saya sudah saya berikan ke menteri-menteri supaya satu tahun ini ada perubahan di penyelesaian defisit transaksi berjalan yang pertama kita telah proses dan ini sudah berjalan mengenai B20 ini akan mengurangi impor minyak yang tidak sedikit perkiraan kita kurang lebih 5-6 miliar US Dolar," kata Presiden Joko Widodo di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (5/8/2018).


"Kemudian kalau CPO kita pakai sendiri untuk B20 artinya suplai ke pasar turun sehingga kita harapkan harga CPO juga naik, ini sudah merangkak naik," lanjut Jokowi.

Dengan penggunaan B20, pemerintah nantinya akan lebih menghemat devisa karena kuota BBM yang diimpor berkurang. Pada saat kegiatan impor devisa akan membiayai kebutuhan impor dalam mata uang dolar AS, sehingga jika impor ditekan maka devisa bisa dihemat.


Selain hemat devisa, implementasi B20 secara penuh juga bisa membuat neraca perdagangan Indonesia keluar dari zona defisit, terutama di sektor minyak dan gas (migas) yang selama enam bulan terakhir defisit US$ 5,4 miliar, sedangkan non migasnya surplus US$ 4,4 miliar.

Namun penerapan B20 ini juga sempat diprotes dari pihak organda karena dinilai dapat merusak mesin dari kendaraan yang menggunakan BBM tersebut. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed