Mobil yang Ajaib Saat Ini Mobil Plug-in Hybrid

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Kamis, 16 Agu 2018 07:31 WIB
Mitsubishi Outlander PHEV (Foto: M Luthfi Andika)
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]



Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
sudah mulai dijual di beberapa pasaran dunia. Mobil menggabungkan mesin bensin atau diesel konvensional dengan motor listrik yang ditenagai dari baterai.
Mobil memiliki beberapa keajaiban, yang pertama tidak seperti mobil hybrid, mobil ini baterainya bisa juga diisi ulang dengan menggunakan colokan listrik di rumah. Jadi range atau daya jelajah mobil bisa lebih jauh lagi bahkan bisa mencapai ratusan km lebih.

Menurut pebalap Rifat Sungkar, dengan tenaga baterainya, mobil ini ibaratnya kita seperti membawa genset di mobil. "Tujuannya apa generator ini? Si generator ini akan selalu mengisi baterainya, baterainya akan selalu memutar rodanya dan hebatnya ketika generator tidak bekerja si ban itu muter, semua yang berputar, artinya kan sebuah energi ketika bannya berputar motor listrik di depan dan belakang jalan tapi ketika bannya deakselerasi, kan ada hambatan, setiap kali ngangkat gas baterainya mengisi juga, jadi PHEV ini selalu berputar siklusnya untuk mengisi baterainya sebanyak-sebanyak agar jaraknya bisa lebih jauh, bensinnya irit," ujarnya.



Meski mobil memiliki ukuran yang cukup besar seperti sebuah SUV, konsumsi BBM mobil sangat irit. Di Eropa saja, saat Rifat Sungkar mengetes mobil PHEV keluaran Mitsubishi konsumsi BBM bisa mencapai 40-50 km.



"Itu mobilnya segede Pajero Sport, motor bebek saja nggak segitu, tapi memang itu mobil dijalankan di jalanan yang lurus," ujarnya.



Mobil PHEV merupakan evolusi dari kecanggihan teknologi. "Mobil PHEV malah lebih secure lagi, karena nggak perlu bawa charger karena punya genset di dalam mobil, tapi untuk mengisi pakai listrik pun bisa. Si PHEV ini waktu ada tsunami di Jepang, mobil jadi terkenal. Mobil ajaib. Pertama mobilnya listrik dan bensin, pakai 4WD, dan ketiga yang paling aneh dan paling hebat, kalau mobil parkir, mobil bisa mengeluarkan listrik sampai 1.500 watt," ujarnya.



Jadi mobil pun bisa menjadi genset saat kondisi darurat dimana tidak ada listrik. Rifat menambahkan pabrikan mobil sekarang tengah berupaya agar baterai mobil-mobil hybrid dan PHEV semakin kecil namun memiliki daya tahan lebih lama.



"Mobil ini kecanggihannya sama seperti HP dulu, dulu baterainya gede banget cuma kuat setengah hari, sekarang bisa dua hari. Bodi mobil pun sekarang dikembangkan menggunakan karbon dari komposit atau bahan lainnya sehingga lebih ringan," ujar Rifat.
(ddn/ddn)