Rabu, 15 Agu 2018 13:17 WIB

Nissan Akui Tengah Melakukan Pengujian Internal Soal Emisi

M Luthfi Andika - detikOto
Nissan Foto: Ari Saputra Nissan Foto: Ari Saputra
Jakarta - Beberapa produsen otomotif asal Jepang, mengakui telah melakukan kesalahan dalam melakukan uji emisi dan konsumsi BBM. Salah satunya Nissan di Jepang yang sudah mengakuinya.



Sayang Nissan Jepang, belum menjelaskan lebih jauh. Meski demikian, Nissan Indonesia memastikan, Nissan Jepang saat ini masih terus melakukan pengujian internal kembali.

"Untuk saat ini yang bisa disampaikan adalah kita tidak bisa mengomentari apa yang terjadi pada brand lain. Tapi untuk Nissan sendiri, kita melakukan pengecekan internal dan untuk saat ini belum ada yang bisa disampaikan lagi," ujar Head of Communications PT Nissan Motors Indonesia, Hana Maharani kepada detikOto.



Meski demikian Hana memastikan setiap unit Nissan di Indonesia aman dan sudah mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. "Topik ini terjadi di Jepang, bukan di Indonesia. Produk di Indonesia baik-baik saja," kata Hana.

Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, produsen kendaraan Jepang seperti Nissan, Subaru, Mazda Motor, Suzuki Motor dan Yamaha Motor mengakui bahwa mereka sudah melakukan uji emisi dan konsumsi BBM yang salah.

Dan pemerintah Jepang meminta Mazda, Suzuki dan Yamaha untuk melakukan penyelidikan internal setelah Kementerian Jepang menemukan pengetesan yang tidak sesuai di Subaru dan Nissan pada bulan Juli lalu.

Nissan mengakui mereka salah mengukur emisi dan konsumsi BBM untuk 19 model kendaraan yang dites di Jepang. Sementara Suzuki yang merupakan produsen terbesar keempat Jepang mengatakan dari sekitar 12.819 kendaraan yang dites emisi dan konsumsi BBM sejak Juni 2012, setengahnya dites secara tidak benar.

"Saya meminta maaf dan kami akan berupaya tidak mengulanginya lagi," ujar CEO Suzuki Toshihiro Suzuki.

Sementara Mazda menemukan hanya 4 persen dari kendaraan yang dites atau sekitar 40 kendaraan. Dalam kasus Yamaha, hanya ada 2 persen kendaraan yang dites secara tidak benar.

Laporan ini kembali mencoreng industri Jepang, setelah raksasa Jepang lain seperti Kobe Steel, Mitsubishi Materials dan Toray Industries juga memalsukan data produk mereka.

Akibat laporan ini saham Mazda sempat turun 1,8 persen, Suzuki turun 5,2 persen dan Yamaha turun 4 persen. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed