Senin, 21 Mei 2018 13:50 WIB

Ngeri, Mobil Terbang Bisa Penggal Leher Orang

Muhamad Imron Rosyadi - detikOto
Elon Musk (Foto: REUTERS/Joe Skipper/) Elon Musk (Foto: REUTERS/Joe Skipper/)
Los Angeles - CEO Tesla Motors, Elon Musk tidak meyakini keamanan mobil terbang. Mobil itu dianggap Elon Musk akan memenggal leher orang-orang di jalanan.

Musk mengeluarkan perumpamaan yang mengerikan mengenai eksistensi mobil terbang di masa depan. Menurutnya, moda transportasi udara tersebut berpotensi untuk memisahkan kepala dari tubuh seseorang.

"Nantinya, mobil terbang dalam jumlah yang sangat banyak akan melayang-layang di mana-mana. Kemungkinan besar, akan ada seseorang yang tidak melakukan perawatan pada mobil terbangnya sebagaimana mestinya," ujarnya.

"Akibatnya, mereka bisa saja menjatuhkan pelek yang akan memenggal leher seseorang seperti guillotine," katanya menambahkan, sebagaimana detikINET kutip dari CNET, Senin (21/5/2018).



Sekadar informasi, guillotine adalah pisau raksasa yang digunakan untuk memenggal kepala. Guillotine terkenal sebagai alat eksekusi hukuman mati bagi Louis XVI, Raja Prancis di era 1770an, dan istrinya yang bernama Marie Antoinette. Alat ini memang kerap digunakan di penjara-penjara Prancis pada zaman dahulu.

Ungkapan Elon tersebut memang terdengar sadis karena ia menganalogikan mobil terbang sebagai guillotine. Meski begitu, jika melihat rancangan mobil terbang yang pada umumnya menerapkan teknologi vertical take-off and landing (VTOL) untuk mengudara, maka moda transportasi tersebut tidak membutuhkan roda di bagian bawahnya.

Sebagaimana diketahui, pelek merupakan jari-jari dari roda kendaraan bermotor. Jika mobil terbang saja tidak memiliki roda, tentu akan sangat membingungkan ketika moda transportasi tersebut mempunyai pelek.

Terlepas dari keanehan ungkapan Elon tersebut, pria berjuluk Iron Man ini sebelumnya sudah sempat melontarkan kritiknya terhadap pengembangan mobil terbang. Ia pernah menganalogikan mobil terbang sebagai sebuah drone, namun dengan ukuran dan tingkat kebisingan jauh lebih besar. Hal tersebut menurutnya akan menimbulkan rasa tak nyaman.

Ucapan tersebut ditulisnya melalui akun Twitter miliknya, yang kemudian dibalas oleh CEO Uber, Dara Khosrowshahi. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penyedia layanan ride sharing tersebut berencana untuk merealisasikan layanan taksi terbang pada 2020-an mendatang.

"Tantangan diterima. Berkat Elon Musk, teknologi baterai akan dikembangkan dan sejumalah rotor dengan ukuran yang diperkecil akan digunakan nantinya untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menghindari kebisingan dan pencemaran lingkungan," tulis Khosrowshahi melalui akun Twitter pribadinya pada saat itu. (fyk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed