Rabu, 28 Mar 2018 16:46 WIB

Banyak Kecelakaan, Penerbitan SIM Semestinya Diperketat

Ruly Kurniawan - detikOto
Ujian praktik pembuatan SIM. Foto: Ari Saputra Ujian praktik pembuatan SIM. Foto: Ari Saputra
Bogor - Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun 2016, angka kecelakaan di Indonesia cukup tinggi. Setidaknya 33 sampai 35 persen di antaranya disebabkan karena ugal-ugalan atau tergolong aggressive driving.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana memaparkan, kecelakaan terjadi salah satunya karena pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) cukup mudah. Bahkan, realisasi dari simulasi uji SIM kurang kompleks sebagaimana realita di jalanan.



"Untuk 2017 saya tidak ada datanya, tapi pada tahun lalu yang tergolong aggressive driving, termasuk ugal-ugalan itu menyumbang angka kecelakaan terbanyak. Sampai 33-35 persen angkanya. Lebih besar dari yang lalai," katanya di acara Suzuki Driving Course 2018, Sentul, Bogor, Rabu (28/3/2018).

"Sebenarnya dalam merangkul mereka adalah pemerintah. Pemerintah kan dalam hal ini bisa dari Dishub, atau polisi. Kalau dari polisi kan bisa melalui permohonan SIM yang diperketat. Tapi nyatanya kan malah lebih gampang," kata Sony.

Untuk perpanjangan SIM yang tiap lima tahun sekali dilakukan pun dinilai sebagai pemenuhan persyaratan saja.

"Perpanjangan SIM juga kan gitu aja. Padahal tiap 5 tahun, saat perpanjangan itu harus dicek juga apakah dia masih memenuhi kelayakan menggunakan mobil. Buat SIM sekarang, saya dua tahun lalu tes, itu gampang. Hanya jalan-jalan gitu saja. Kalau dulu itu cukup kompleks salah satunya melaju di jalanan terjal," tutup Sony.

Safety Driving Suzuki

Sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Suzuki di Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menanggapi hal tersebut dengan menggelar kampanye safety driving. Mengundang beberapa wartawan, Suzuki menggandeng Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI).

Ada satu unit Suzuki Ignis dan Suzuki Baleno yang digunakan. Menggunakan panggung sirkuit Sentul, beberapa trek dan teknik diajarkan. Di kesempatan itu juga pihak Suzuki menyosialisasikan penggunaan sistem transmisi Auto Gear Shift (AGS) dengan baik dan benar.



"Berdasarkan data dari kepolisian RI, tingkat kecelakaan lalu lintas terus bertambah setiap tahunnya. Dan faktor penyumbang kecelakaan terbesar adalah kelalaian pengemudi," tutur Ryohei Uchiki, General Manager Strategic Planning Department PT Suzuki Indomobil Sales.

"Ke depannya kegiatan ini tidak hanya akan digelar sekali, namun terus-menerus. Kami harap teman jurnalis bisa menjadi contoh," tambahnya.

(ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed