Selasa, 27 Feb 2018 13:13 WIB

Honda: Teknologi Mobil Rendah Emisi Kami Sudah Lengkap

M Luthfi Andika - detikOto
Honda Clarity PHEV (Foto: Andi Sururi) Honda Clarity PHEV (Foto: Andi Sururi)
Jakarta - Pemerintah menargetkan tahun 2040 mendatang, mobil berbahan bakar minyak lenyap dari bumi Indonesia, alternatifnya adalah mobil rendah emisi seperti listrik.

"Kendaraan listrik? Terima kasih, jalurnya kita sudah tahu bahwa pada 2030 apa, 2040 seperti apa di Indonesia. Kita sudah tahu," kata Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy, di Jakarta.

Namun Honda menilai, masih banyak yang harus diperhatikan untuk bisa benar-benar menghadirkan kendaraan di Indonesia.

"Tapi realita jangka pendek-nya, ini pilihan di Indonesia mobil listrik yang itu kan hemat bahan bakar dan harga terjangkau. Secara teknologi kita ada, mau listrik, hybrid, plug-in hybrid, hidrogen dan apapun ada tidak ada masalah. Tapi kalau sekarang diterapkan, banyak yang harus diperhatikan hambatan-hambatannya seperti infrastruktur," ujar jonfis.

Tidak sampai di situ, Jonfis juga mengatakan saat Honda sudah memperkenalkan mobil listrik di Indonesia. Semua jaringan serta kebutuhan untuk mendukung mobil listrik di Indonesia sudah pasti terjamin.

"Produk listrik di luar negeri di Jepang dan Amerika kita sudah siap. Kalau di Indonesia teknisi tinggal kita kasih training, karena disaat kita umumkan menjual mobil listrik, pasti kita sudah siap. Mau teknisi-nya, part-nya, semuanya kita siapkan karena kita bukan importir. Kalau plug in hybrid kita sudah siap sejak 10 tahun lalu (di Indonesia), semuanya kita siap," ujar Jonfis.

Seelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan instruksi tertulis, yang isinya memerintahkan semua kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung pengembangan mobil listrik.

Menindaklanjuti instruksi Jokowi tersebut, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Bali pada 24 Agustus 2017. FGD tersebut membahas persiapan Peraturan Presiden (Perpres) untuk percepatan pengembangan mobil listrik.

Dalam diskusi, tercetus target penghentian produksi mobil berbahan bakar minyak mulai 2040. Artinya, mobil yang diproduksi pasca 2040 harus ramah lingkungan, rendah emisi, misalnya mobil listrik.

Apalagi Indonesia sudah bukan negara kaya minyak lagi, sekarang sudah jadi salah satu importir BBM terbesar dunia. Kalau Indonesia tak melakukan diversifikasi energi, impor BBM akan meningkat 2 kali lipat di 2030. Jadi pengembangan mobil listrik adalah keharusan bagi Indonesia. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed