Senin, 19 Feb 2018 20:15 WIB

Pabrik Mobil Listrik Tesla Terhalang 'Tembok China'

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Pabrik Mobil Listrik Tesla Terhalang Tembok China  Foto: Pool (Carsscoop) Pabrik Mobil Listrik Tesla Terhalang 'Tembok China' Foto: Pool (Carsscoop)
Jakarta - Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, sepertinya tidak menemukan kesepakatan dengan pemerintah China, terkait niatan Tesla untuk bisa membangun pabrik di Shanghai, China.

Dilansir leftlanenews, Senin (19/2/2018), negosiasi terkait pembangunan pabrik Tesla dengan pemerintah China sudah berjalan tujuh bulan, namun hingga saat ini masih ada kendala. Salah satu sumber mengatakan tidak adanya kesepakatan anatara Tesla dan pemerintah China, dikarena Tesla tidak ingin mengikuti aturan dari undang-undang di China yang mewajibkan produsen mobil asing harus bekerjasama dengan mitra lokal.

Sedangkan Tesla ingin sepenuhnya memegang kendali. Namun di lain sisi, Tesla sangat butuh untuk bisa memproduksi mobilnya di China untuk memenuhi permintaan pasar mobil listrik di negeri tirai bambu itu. Jika Tesla ngotot tidak ingin mengikuti aturan main di China dan tidak memiliki pabrik di China, maka bisa dipastikan setiap produk Tesla akan dikenakan pajak 25 persen di China. Sehingga membuat harga jual Tesla akan melambung dan bisa membuat Tesla semakin tertinggal dari persaingannya di China.

Dikatakan pada 2017, Tesla hanya bisa menjual 14.883 unit di China. Sedangkan pesaingnya, seperti Beijing electric Vehicle, telah menjual lebih dari 100 ribu unit kendaraan listriknya.

Kurang larisnya Tesla di China tidak lain karena banderol yang terbilang mahal. Karena kendaraan listrik paling populer di China dijual dengan harga mulai dari 130.000 yuan (Rp 292 jutaan) hingga 448.000 yuan (Rp 1 milyaran). Sedangkan Tesla menjual Model X-nya di China 835.000 yuan (Rp 1,8 milyaran). (khi/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed