Dilansir leftlanenews, Senin (19/2/2018), negosiasi terkait pembangunan pabrik Tesla dengan pemerintah China sudah berjalan tujuh bulan, namun hingga saat ini masih ada kendala. Salah satu sumber mengatakan tidak adanya kesepakatan anatara Tesla dan pemerintah China, dikarena Tesla tidak ingin mengikuti aturan dari undang-undang di China yang mewajibkan produsen mobil asing harus bekerjasama dengan mitra lokal.
Sedangkan Tesla ingin sepenuhnya memegang kendali. Namun di lain sisi, Tesla sangat butuh untuk bisa memproduksi mobilnya di China untuk memenuhi permintaan pasar mobil listrik di negeri tirai bambu itu. Jika Tesla ngotot tidak ingin mengikuti aturan main di China dan tidak memiliki pabrik di China, maka bisa dipastikan setiap produk Tesla akan dikenakan pajak 25 persen di China. Sehingga membuat harga jual Tesla akan melambung dan bisa membuat Tesla semakin tertinggal dari persaingannya di China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurang larisnya Tesla di China tidak lain karena banderol yang terbilang mahal. Karena kendaraan listrik paling populer di China dijual dengan harga mulai dari 130.000 yuan (Rp 292 jutaan) hingga 448.000 yuan (Rp 1 milyaran). Sedangkan Tesla menjual Model X-nya di China 835.000 yuan (Rp 1,8 milyaran). (khi/lth)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB