Jumat, 16 Feb 2018 14:16 WIB

Kiprah Mobil China di Indonesia

Mobil China yang Coba Dobrak Dominasi Jepang

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kiprah Mobil China. Foto: detikcom Kiprah Mobil China. Foto: detikcom
Jakarta - Di Indonesia, industri kendaraan bermotor masih didominasi oleh merek Jepang. Mobil maupun motor yang paling banyak penjualannya adalah merek Jepang.

Untuk mobil, tercatat saat ini ada belasan pabrikan Jepang di Indonesia, antara lain Toyota, Daihatsu, Nissan, Suzuki, Mitsubishi, Honda, Isuzu, Hino, Mazda, UD Truck, Lexus, Subaru, Infiniti, dan Datsun. Dari sejuta lebih mobil yang terjual selama 2017, pabrikan asal Jepang masih dominan menguasai pangsa pasar dengan porsi penjualan sebesar 98% atau 1.060.236 unit.



Melihat potensi yang begitu besar di pasar otomotif Indonesia, pabrikan China tidak ingin ketinggalan. Beberapa produsen mobil China sudah menanamkan investasinya di Indonesia.

Wuling, misalnya. Pabrikan China itu berani berinvestasi besar-besaran di Indonesia dan siap menantang dominasi mobil Jepang. Wuling pada Juli 2017 lalu meresmikan pabrik perakitan di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik Wuling berdiri di atas lahan seluas 60 hektar. Itu terdiri dari dua fasilitas yaitu 30 hektar untuk pabrik manufaktur mobil dan 30 hektar lainnya untuk supplier park.



Wuling menggelontorkan investasi senilai US$ 700 juta (Rp 9 triliun lebih) untuk keseluruhan proyeknya di Indonesia. Pabrik Wuling di Cikarang mampu memproduksi 120.000 unit mobil per tahun.

Mencoba mendobrak dominasi mobil Jepang di Indonesia, Wuling pun punya strategi khusus. Wakil Presiden Penjualan, Layanan dan Pemasaran Kendaraan Wuling Indonesia, Cindy Cai, beberapa waktu lalu mengatakan, sebagai pemain baru di Indonesia pihaknya harus membawa perbedaan. Salah satunya adalah menjual kendaraan dengan harga terjangkau.



"Perekonomian Indonesia terus meningkat dan market otomotif juga meningkat. Kami berharap bisa menyediakan mobil terjangkau di Indonesia. Dan bukan cuma harga murah, kami berharap bisa memberikan produk yang sesuai harga, whort it untuk dibeli, dan harga itu bisa dijangkau orang Indonesia," kata Cindy beberapa waktu silam.

Itu juga termasuk layanan purnajualnya. Wuling ingin menghadirkan layanan purnajual yang lebih terjangkau.



"Kami akan memberikan servis yang cost-nya bisa dijangkau oleh masyarakat, kami memberikan servis yang berbeda dengan produk lain," ujar Cindy.

Kini, Wuling sudah mulai menjual dua model di Indonesia. Keduanya adalah Wuling Confero dengan mesin 1.5 liter sebagai penantang Avanza cs, dan Wuling Cortez dengan mesin 1.8 liter untuk menantang MPV medium lainnya seperti Innova.



Menurut catatan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Wuling sudah mendistribusi mobilnya sebanyak 5.977 unit sejak Juli 2017 sampai Januari 2018. Itu adalah angka wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) Wuling, termasuk model Confero, juga Cortez yang baru diluncurkan belum lama ini dan menurut data Gaikindo sudah didistribusi sejak Desember 2017.

Tak hanya Wuling, pabrikan China lainnya yang serius dengan pasar Indonesia adalah Sokon. Melalui PT Sokonindo Automobile, pabrikan China itu siap membawa warna baru di pasar otomotif Indonesia. Sokon pada Juli 2017 kemarin memperkenalkan mobil pikapnya untuk pasar Indonesia, yaitu Super Cab. Tak cuma pikap, Sokon juga siap membawa SUV penantang Honda CR-V ke Indonesia.



Membuktikan keseriusannya, Sokon sudah mendirikan pabriknya di Cikande, Serang, Banten. Dengan lahan pabrik seluas 20 hektar, Sokon mampu memproduksi 50.000 unit per tahun di pabrik itu. Pembangunan pabrik tersebut menelan investasi Rp 1,3 triliun.

Di pabrik itu, Sokon akan memproduksi mobil sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), serta kendaraan niaga ringan. Ya, mobil yang akan dikeluarkan Sokon dalam waktu dekat ialah DFSK Glory 580, penantang X-Trail, CR-V, dan kelas SUV lainnya. Direncanakan, mobil itu memiliki dua varian yakni 1.500 cc Turbo dan 1.800 cc.



Tak cuma itu, keseriusan pabrikan China ini juga tergambar dari target pembangunan dilernya. Sokon akan membangun 150 diler dalam tiga tahun ke depan.

Sokon memang belum seagresif Wuling. Masih berdasarkan data Gaikindo, Sokon baru mendistribusi model pikapnya sebanyak 182 unit sejak September 2017 sampai Januari 2018. Sementara mobil penumpangnya, yaitu SUV DFSK Glory 580 belum tercatat di data Gaikindo.

Sudah berinvestasi besar-besaran dan membawa produk yang kompetitif, mampukah pabrikan China mendobrak dominasi mobil Jepang di Indonesia? (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed