Sebab, seperti yang dikatakan Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, bahwa dengan adanya masalah yang sama ini, Gaikindo maupun Mercedes-Benz sudah menemukan jalan keluar, yang mana sudah disetujui oleh semua pihak termasuk kantor pusat Mercedes-Benz di Jerman.
"Nggak (terulang), saya rasa dia sudah tidak punya alasan lagi untuk tidak memberi data ke kita, karena ini semua sudah di komunikasikan ke kantor pusat mereka di Stuttgart, pemerintah sudah merestui," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah bicara langsung ko sama Pak Harjanto (Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika), waktu itu saya sambungkan telepon bicara langsung dan Pak Harjanto juga bilang oke, no problem, kita masukan ke Kemenperin.go.id. itu Gaikindo linknya di situ nanti supply data ke Gaikindo," tuturnya.
Meski data penjualan Mercedes-Benz nantinya akan dipublikasikan oleh lembaga pemerintah yakni Kemenperin, sebagai mana yang diminta oleh kantor pusat Mercedes-Benz, namun Mercedes-Benz Indonesia masih tetap menyetor datanya ke Gaikindo tidak langsung ke Kemenperin.
"Pemberian data tetap ke kita karena kita yang wajib mengumpulkan," ucap Jongkie.
"Di website Gaikindo tetap ada dia minta di link ke kemenperin.go.id, Anda coba buka web Kemenperin apabila perlu data otomotif silakan link ke Gaikindo, sama aja," tambah Nangoi. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan