Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, mengatakan pihaknya masih melihat angin positif penjualan mobil di Indonesia. Apalagi, sejumlah proyek infrastruktur jalan juga dipastikan jadi pendorong orang membeli mobil.
"Nggak siginifikan (pengaruh tahun politik). Aman, kita sudah biasa melakukan pemilihan langsung, nggak ngaruh ke jualan mobil. Kalau ada sedikit pengaruhnya, tapi sinyalnya masih positif. Ekonomi kita di-drive paling besar dari konsumsi," jelas Warih kepada detikOto di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sekarang identifikasinya harga komoditas naik. Market Indonesia akan di-drive dari commercial vehicle. Dari market truk saja 2017 naik jadi 45% karena harga komoditas bergerak, khususnya yang berhubungan dengan tambang. Harapannya setelah commercial vehicle, disusul model-model lainnya," ujarnya.
Lanjut dia, penjualan mobil juga distimulus oleh selesainya sejumlah proyek-proyek infrastruktur pemerintah, khususnya yang berada di luar Jawa.
"Yang infrastruktur kan ada di daerah-daerah komoditas di Kalimantan dan Sumatera. Kalau infrastruktur bagus, pasti ada dampaknya ke angkutan untuk mobilitas," pungkas Warih. (idr/dry)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Kenapa Balik Nama Mobil-motor Bekas Masih Harus Keluar Duit?