Produsen mobil Jerman BMW misalnya, meskipun cukup agresif mengkampanyekan mobil ramah lingkungan seperti listrik dan hybrid hingga saat ini belum juga menjual mobil listriknya disini. Jualan saja belum, apalagi soal produksi dilakukan secara lokal. Tapi apa alasan BMW belum juga memproduksi mobil ramah lingkungannya di Indonesia ya?
Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia Jodie O'Tania menyampaikan mobil-mobil listrik BMW masih diproduksi di negara asalnya Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa karena untuk BMW i, terutama untuk i3 dan i8 proses produksinya dari awal sampai akhir itu sudah dengan prinsip sustainability jadi tenaganya sudah menggunakan tenaga angin, tenaga air, kemudian desain bodi carbon fiber infloss plastic. Jadi untuk proses produksi sudah sangat berteknologi tinggi, jadi nggak ada negara lain yang produksi i3 dan i8 karena masih dilakukan di Jerman," sambungnya lagi.
Ini berbeda dengan model hybrid yang bisa diproduksi secara lokal.
"Tapi strategi BMW ada BMW i performance yang diproduksi di pabrik-pabrik lain di luar Jerman, seperti di Thailand, Malaysia mereka juga sudah mulai merakit plug-in hybrid," jelasnya.
"Kalau bicara plug-in hybrid, itu sangat memungkinkan diporduksi di Indonesia. Tapi kita sekali lagi selalu bekerja sama dengan stake holder, kemenperin bahkan juga berkolaborasi dengan PLN, komunitas, jadi kita melakukan step by step harapannya bisa mengeluarkan regulasi kendaraan hybrid atau listrik di Indonesia," pungkas Jodie (dry/lth)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi