Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiharto, mengatakan meski harganya sudah naik jauh dibandingkan tahun 2013, penjualannya masih laris manis di 2017 yakni sebesar 234.554 unit. Sementara di tahun 2016 penjualannya yakni 235.171 unit.
"Kita katanya sudah enggak boleh lagi pakai nama LCGC, tapi sudah ganti harus pakai KBH2 (Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau). Masih banyak yang beli," ujar Jongkie di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama karena irit bahan bakar, orang sekarang kalau beli mobil irit apa tidak. LCGC 1 liter bisa buat 25 km, kalau 50 km artinya cuma 2 liter. Orang beli mobil buat dipakai sehari, enggak kemana-mana," jelas Jongkie.
Kemudian alasan lainnya, banyak pembeli mobil saat ini merupakan generasi keluarga muda, sehingga mobil kecil tersebut relatif sangat ideal, baik dari sisi harga maupun jumlah kursinya.
"Rata-rata pembeli LCGC itu dulu pengguna motor yang beralih beli mobil. Daripada beli mobil bekas, lebih baik sekarang beli yang KBH2. Ketiga yaitu pembeli mobil pertama (kali)," terang Jongkie. (idr/lth)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini