Kamis, 23 Nov 2017 07:25 WIB

Mobil Emisi Rendah

Bicara Mobil Listrik, Nissan: Lebih Cepat Impor

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Ruly Kurniawan
Ubud - Mobil listrik menjadi konsentrasi berbagai pihak di Indonesia. Pemerintah maupun produsen mobil sedang menyiapkan regulasi dan produk mobil listrik.

Nissan, misalnya, menawarkan beberapa teknologi ramah lingkungan berupa hybrid, e-Power, dan listrik sepenuhnya. Pabrikan asal Jepang itu beberapa kali gencar memperkenalkan teknologi e-Power, mobil listrik yang masih menggunakan mesin bakar untuk menghasilkan tenaga listrik yang disimpan ke baterai.



Soal mobil listrik apakah lebih cepat diproduksi lokal atau diimpor dari luar negeri, Nissan menyebut hal itu tergantung regulasi pemerintah mengenai mobil listrik. Tapi, jika pemerintah memberikan kemudahan mobil listrik dengan keringanan pajak, skema impor utuh (CBU) bisa lebih cepat.

"Kalau boleh dengan skema CBU, mendapat keringanan pajak segala macam, berarti kita bisa masukan (mobil listrik) dengan cepat," kata General Manager Marketing Strategy Nissan Motor Indonesia (NMI), Budi Nur Mukmin, di Ubud, Bali.

Sebab, kata Budi, kalau mobil listrik harus diproduksi di Indonesia, prosesnya bakal lebih lama. Pabrikan harus menyiapkan pabrik beserta line perakitan mobil listriknya.

"Kalau pemerintah ingin elektrifikasi, saya pikir CBU adalah solusi lebih cepat. Karena CKD prosesnya lebih panjang. Tapi apakah CBU atau CKD balik lagi ke pemerintah," katanya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com