Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Sabtu 21 Oktober 2017, 07:25 WIB

Kota Terburuk untuk Pengendara, Jakarta Nomor 14

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kota Terburuk untuk Pengendara, Jakarta Nomor 14 kemacetan Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Penyedia suku cadang mobil di Jerman, kfzteile24, melakukan survei terhadap 100 kota besar di dunia terkait kondisi kota itu. Beberapa kota teratas dari 100 kota itu disebut sebagai kota yang ramah untuk pengendara, sementara kota yang posisinya di urutan paling buncit masuk dalam kategori kota terburuk bagi pengendara.

Sebelumnya detikOto sudah menulis artikel berjudul '10 Kota di Dunia yang Ramah Buat Pengendara' versi kfzteile24. Kali ini giliran kota terburuk untuk pengendara yang dibahas.

Dalam laman resminya, kfzteile24 menyebut, untuk menentukan 50 kota terbaik dan 50 kota terburuk ini pihaknya memeriksa 500 kota teratas dengan jumlah kendaraan terdaftar tertinggi. Melihat kota-kota dengan data lalu lintas paling banyak, kfzteile24 memutuskan untuk mensurvei 100 kota ini.

"Perencanaan kota yang buruk atau kurangnya pendidikan sipil dapat membuat mengemudi menjadi pengalaman yang paling menegangkan dari seseorang. Kami berharap studi ini akan bertindak sebagai katalis bagi kota-kota di peringkat negatif untuk investasi di jalan yang lebih aman, lebih bersih, dan lebih efisien," kata CMO kfzteile24, Thomas Kloubert.

Studi ini diambil berdasarkan analisis tingkat kemacetan, biaya rata-rata yang dihabiskan untuk pengendara untuk parkir dan bahan bakar, kecepatan jalan rata-rata, tingkat polusi udara, jumlah korban kecelakaan lalu lintas dan kualitas jalan.

Apa saja daftar 10 kota terburuk versi kfzteile24? Berikut daftarnya.

1. Kolkata, India: kemacetan 69 persen, kecepatan rata-rata dari bandara ke pusat kota 18 km/jam.
2. Karachi, Pakistan: kemacetan 59%, kecepatan rata-rata 18 km/jam.
3. Lagos, Nigeria: kemacetan 60 persen, kecepatan rata-rata 17,2 km/jam.
4. Ulaanbaatar, Mongolia: kemacetan 65%, kecepatan rata-rata 35 km/jam.
5. Mumbai, India: kemacetan 67%, kecepatan rata-rata 13 km/jam.
6. Bangalore, India: kemacetan 64%, kecepatan rata-rata 30 km/jam.
7. Ho Chi Minh City, Vietnam: kemacetan 64%, kecepatan rata-rata 23.9 km/jam.
8. Bogota, Kolombia: kemacetan 48%, kecepatan rata-rata 12.50 20,1 km/jam.
9. Kota Meksiko, Meksiko: kemacetan 66 persen, kecepatan rata-rata 28,1 km/jam,
10. Istanbul, Turki: kemacetan 49%, kecepatan rata-rata 18,9 km/jam.

Sementara kota terbesar di Indonesia, Jakarta kalau diurutkan dalam daftar Kota Terburuk untuk Pengendara masuk 20 besar dalam urutan 14. Jakarta menurut survei kfzteile24 memiliki tingkat kemacetan 58 persen, nilai transportasi alternatif 1,09, nilai biaya parkir 0,38, kecepatan rata-rata dari bandara ke pusat kota 17,5 mil per jam, nilai polusi udara 2,09, nilai korban kecelakaan 2,66, nilai kualitas jalan 3,93, dan nilai kekerasan di jalan 3,68 (rgr/lth)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed