Dikutip dari Khaleej Times, Senin (25/9/2017) saat ini baru ada 800 unit mobil listrik di Dubai. Pemerintah Dubai berhasrat pada 2020, 2 persen dari kendaraan yang ada di Dubai bakal menggunakan listrik. Angka itu kemudian bertambah menjadi 10 persen pada 2030.
Untuk meningkatkan populasi, ada 5 insentif yang disiapkan. Yakni pertama gratis pengisian baterai di 100 stasiun pengisian baterai yang akan dibangun sampai akhir 2019, kedua, gratis parkir di 40 kantong parkir di Dubai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Dubai Electricity and Water Authority (DEWA) Saeed Mohammed Al Tayer, 5 insentif ini akan membantu otoritas Dubai mengatasi tantangan dalam mempromosikan mobil listrik di Dubai.
"Tantangan utama adalah kita tidak melihat mobil listrik di pasaran, dan kami ingin melakukan penetrasi di pasar dengan menyediakan insentif-insentif tadi. Saya yakin pemerintah, kalangan swasta atau kalangan individu akan berganti menggunakan kendaraan listrik ketika tahu berapa uang yang bisa mereka hemat," ujarnya.
Dubai mengharapkan tahun 2020 ada 32.000 unit mobil hybrid dan listrik yang beredar di jalanan. Tahun 2030, angka itu diharapka bertambah menjadi 42.000 unit.
Al Tayer mengatakan, menggunakan mobil listrik akan lebih hemat, selain mengurangi emisi karbon dan melindungi lingkungan.
Renault Zoe Foto: Motor1 |
"Mengisi baterai mobil Renault hanya membutuhkan 7 dirham (Rp 25.000), bandingkan dengan 120 dirham (Rp 400 ribuan) yang harus dikeluarkan untuk mengisi bensin mobil Renault. Mobil Tesla hanya butuh 29 dirham (sekitar Rp 100 ribu), ketimbang mobil BBM yang membutuhkan 200 dirham (Rp 725 ribuan)," ujarnya.
Foto: Dina Rayanti |
Mungkin bisa dicontoh Indonesia? (ddn/ddn)












































Renault Zoe Foto: Motor1
Foto: Dina Rayanti
Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan