Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi, mengatakan sebelum mobil listrik hadir ada tiga faktor pendukungnya. Yang pertama adalah kesiapan dari industri otomotif itu sendiri. Menurutnya, industri otomotif sudah siap dengan teknologi mobil listrik.
Baca Juga: Indonesia Jangan Kalah dengan China, Harus Punya Merek Sendiri
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor yang kedua adalah kesiapan infrastrukturnya. Mobil listrik, kata Nangoi, membutuhkan infrastruktur pengisian baterai.
"Nanti kalau di mobil elektrik berarti yang namanya fasilitas listriknya harus disiapkan," katanya.
Baca Juga: Gaikindo: Listrik Bisa Diaplikasikan di Jenis Mobil Apa Saja
Ketiga dan yang paling penting, lanjut Nangoi, adalah peraturannya. Saat ini, peraturan kendaraan masih mengacu pada kendaraan mesin bakar dengan kapasitas mesinnya.
"Karena kalau peraturannya tidak berpihak kepada itu (mobil listrik) tidak bisa jalan. Yang saya sebut berpihak misalnya saya berikan contoh, sekarang mobil masuk impor masih menggunakan kapasitas mesinnya sebagai patokan dasar pajak, sementara yang namanya kendaraan elektrik tidak ada cc-nya," ucap Nangoi.
"Yang buat kami lebih penting adalah Indonesia jadi tuan rumah di negaranya sendiri. Maksudnya adalah bahwa kami memproduksi untuk konsumsi dalam negeri dan juga kami jadi basis produksi untuk ekspor. Kita harus ikutin perkembangan dunia," ucapnya. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP