3 Faktor Pendukung Mobil Listrik di Mata Gaikindo

3 Faktor Pendukung Mobil Listrik di Mata Gaikindo

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 23 Agu 2017 11:42 WIB
3 Faktor Pendukung Mobil Listrik di Mata Gaikindo
Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Mobil listrik dipercaya menjadi solusi dalam mengatasi polusi udara. Sebab, mobil listrik tak mengeluarkan emisi.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi, mengatakan sebelum mobil listrik hadir ada tiga faktor pendukungnya. Yang pertama adalah kesiapan dari industri otomotif itu sendiri. Menurutnya, industri otomotif sudah siap dengan teknologi mobil listrik.

Baca Juga: Indonesia Jangan Kalah dengan China, Harus Punya Merek Sendiri

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ditanya kesiapan industri dengan merek-merek bawaan dari luar negeri mereka sudah siap di negaranya, tknologinya sudah ada. Di Jepang Honda sudah punya mobil listrik, di Jerman Mercedes sudah punya mobil listrik. Jadi yang pertama adalah mobilnya itu sendiri," kata Nangoi saat ditemui di Tangerang belum lama ini.

Faktor yang kedua adalah kesiapan infrastrukturnya. Mobil listrik, kata Nangoi, membutuhkan infrastruktur pengisian baterai.

"Nanti kalau di mobil elektrik berarti yang namanya fasilitas listriknya harus disiapkan," katanya.

Baca Juga: Gaikindo: Listrik Bisa Diaplikasikan di Jenis Mobil Apa Saja

Ketiga dan yang paling penting, lanjut Nangoi, adalah peraturannya. Saat ini, peraturan kendaraan masih mengacu pada kendaraan mesin bakar dengan kapasitas mesinnya.

"Karena kalau peraturannya tidak berpihak kepada itu (mobil listrik) tidak bisa jalan. Yang saya sebut berpihak misalnya saya berikan contoh, sekarang mobil masuk impor masih menggunakan kapasitas mesinnya sebagai patokan dasar pajak, sementara yang namanya kendaraan elektrik tidak ada cc-nya," ucap Nangoi.

"Yang buat kami lebih penting adalah Indonesia jadi tuan rumah di negaranya sendiri. Maksudnya adalah bahwa kami memproduksi untuk konsumsi dalam negeri dan juga kami jadi basis produksi untuk ekspor. Kita harus ikutin perkembangan dunia," ucapnya. (rgr/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads