Rabu, 19 Jul 2017 08:38 WIB

Bos Maspion: Wuling Buka Pabrik, Orang Indonesia Tak Perlu Jadi TKI

Rois Jajeli - detikOto
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Wuling Motors (PT SGMW Indonesia) mulai memproduksi mobil kelas mini MPV di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Mobil dengan banderol harga mulai dari Rp 138 juta hingga Rp 175 juta, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia bahkan, diekspor ke negara ASEAN. Apa tanggapan dari Bos Maspion Group Alim Markus terkait kehadiran mobil yang memiliki konten lokal hingga 56 persen ini?

"Saya kira Indonesia itu kan marketnya luar biasa. (Penduduk) di Indonesia jumlahnya sama dengan Eropa antara 5 sampai 6 negara. Jadi pengusaha China ini pintar. Dia buka pabrik di sini langsung ancap (menancap) kaki, langsung produksi di sini," kata Alim Markus di sela-sela acara pre-launching event pembukaan diler 3 S (sales, service, spareparts) Wuling Motors di Surabaya, Selasa (18/7/2017).

Kata Alim, jika produksi dari Wuling Motors di Indonesia ini bagus, maka selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, juga bisa diekspor ke negara ASEAN. "Jadi untuk Indonesia itu sangat bagus. Supaya laku keras, sehingga dia punya cost down. Kalau jumlah lakunya banyak, bayangkan saja dia bisa ekspor ke ASEAN," tuturnya.

Ia menambahkan, perlu menggaet pengusaha dari China untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Dia mengacungi jempol bagi Wuling Motors, yang mau membuat pabrik di Bekasi, Jawa Barat.

"Kita sini harus menggaet pengusaha-pengusaha. Kalau bisa dibuat di Indonesia, supaya orang kita tidak perlu menjadi TKI, TKW. Menjadi TKI, TKW itu kalau nanti pulang ke Indonesia, keluarganya berantakan," tuturnya.

Ditanya tentang kualitas produk Wuling Motors buatan Indonesia, Bos Maspion Group ini mengatakan, produk dari Wuling (China) tidak perlu diragukan lagi.

"Coba kita omong banyak. Kalau dulu China 10 tahun lalu masih kurang. Tapi sekarang super train (kereta cepat) China, (kereta cepat) Jerman kalah. Yo opo ndak (iya atau tidak)," ujarnya.

Alim juga angkat topi bagi adanya investasi dari China yang memproduksi mobil di Indonesia. Apalagi, belum berumur satu bulan, sudah memproduksi mobil Confero dengan kandungan lokal sekitar 56 persen.

"Itu sudah luar biasa. Baru buka berapa bulan. Ini baru satu bulan (konten lokal 56 persen). Kita harus angkat topi. Jadi, kita supaya mendukung produk dalam negeri dan supaya bisa diekspor juga," tandasnya.

Wuling Motors mulai memproduksi komersial di atas lahan seluas 60 hektar di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Dari luas lahan tersebut, sekitar 30 hektar adalah spare parts manufacturing complex.

Pabrik yang memiliki kapasitas produksi 120 ribu unit per tahun dan investasi Wuling Motors sekitar USD 700 juta, dan sudah diresmikan Wapres Jusuf Kalla pada 11 Juli 2017 lalu, mengaplikasikan General Motors 'Global Manufacturing System (GMS)'.

Saat ini, baru tiga produk Wuling Motors dari Cikarang, Bekasi yakni, Confero 1.5 (standar), Confero S 1.5 C Lux (medium) dan Confero S 1.5 L Lux Plus (high). PT SGMW Motor Indonesia menargetkan, penjualan unit per bulan seluruh Indonesia mencapai 10.000 unit.

"Kita harap yang terjual sesuai dengan kapasitas produksi 120.000 unit per tahun," kata Network Development & Operation Director PT SGMW motor Indonesia. (roi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com