"So far sih nggak, kita masih keep di 6 model itu. C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE, GLS," jelas Karry di Jakarta.
"Kita menset suatu produk untuk CKD itu kan investasinya cukup besar ya karena pertama harus secara peralatan ya kemudian juga secara man power kita tidak mau misalnya coba-coba, udah CKD nggak laku kita harus lay-off orang nah itu yang kita hindari, perhitungannya sudah sangat detail," sambung Karry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada komite CKD, CBU di kantor pusat yang menentukan secara visibilitas suatu produk itu visible atau nggak dijual di suatu negara lebih baik CBU atau CKD. Jadi tidak ada patokan volume atau apa memang ada perhitungan tersendiri," imbuh Karry. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?