Hingga saat ini, seperti diberitakan Reuters, masih banyak airbag Takata yang belum diperbaiki. Setidaknya dari 46,2 juta airbag Takata di Amerika Serikat, 65 persen di antaranya belum diperbaiki.
Recall airbag Takata dimulai pada 2015. Kala itu diketahui bahwa inflator airbag dapat meledak dengan kekuatan berlebih. Setidaknya 16 kematian dan lebih dari 180 cedera di dunia disebabkan oleh inflator airbag Takata yang bermasalah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Takata mengakui kesalahan dengan adanya kasus ini. Pada Februari lalu, Takata setuju membayar US$1 miliar untuk menyelesaikan penyelidikan terhadap inflator airbag.
Kesadaran pemilik mobil pun dirasa kurang. Hal ini diakui Honda di Indonesia. Sejak tahun lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) makin gencar mengkampanyekan soal penarikan mobilnya terkait airbag Takata. Meski begitu baru sedikit konsumen di Indonesia yang sadar untuk mengganti airbagnya.
PT Honda Prospect Motor saat ini sudah memiliki persediaan airbag inflator pengganti yang cukup untuk mengganti komponen airbag inflator Takata dalam program kampanye penggantian airbag inflator.
"HPM terus menghimbau kepada semua pemilik kendaraan untuk segera memeriksakan kendaraan di Dealer Resmi Honda untuk menjadwalkan penggantian komponen inflator airbag secara gratis. Pelanggan juga dapat memeriksakan apakah kendaraan terdampak dalam program penggantian inflator airbag Takata di situs resmi HPM www.honda-indonesia.com/news-room/product-update, atau menghubungi Honda Customer Care di toll free 0-800-1122-789, Senin-Jumat pukul 09.00 s/d 17.00 WIB," tulis Honda
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun