Seperti yang diutarakan Jairus pecinta sekaligus kolektor mobil klasik kepada detikOto.
"Jadi memang mobil zaman dulu dibuat tanpa kriteria emisi. Jadi saya rasa, tidak akan lulus dan tidak fair untuk diuji dengan kriteria emisi saat ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobil klasik yang dimiliki para kolektor seperti saya, bukan untuk mobil harian. Jadi pencemaran udaranya sedikit karena hanya dipakai weekend saja atau 1 kali dalam 1 bulan," tambahnya.
"Di luar negeri mobil klasik, tidak usah uji emisi. Tapi harus bayar premium namanya historical car tax. Karena memang harus dibedain antara mobil tua (layak dihilangkan) dan mobil kuno (mobil bersejarah)," tambahnya. (lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi