Suzuki beberapa waktu lalu meluncurkan MPV bermesin diesel dengan sistem hybrid ringan yakni Ertiga Diesel Hybrid. Banyak pembeli Ertiga Diesel yang juga merupakan pengguna Ertiga sebelumnya.
4W Marketing Head of Brand Development & Marketing Research, Suzuki Indomobil Sales, Harold Donnel mengatakan, karakter pembeli Ertiga Diesel tidak seperti yang diprediksi Suzuki. Sebelumnya, Suzuki memperkirakan pembeli Ertiga Diesel kebanyakan adalah pengguna mobil diesel dari merek lain.
"Sampai dengan data akhir bulan kemarin secara total berbeda dengan yang kita prediksikan. Waktu awal kita prediksi pembeli Ertiga Diesel itu orang-orang yang sudah pakai mobil diesel dari merek lain. Rupanya sampai dengan kemarin 30 persen itu adalah additional purchaser setelah mereka punya Ertiga. Jadi mereka malah menambah pembelian dari sebelumnya punya Ertiga bensin nambah Ertiga diesel. Sisanya baru dari merek lain," kata Harold.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kenyataannya di current Suzuki customer gede juga," kata Harold.
Ditambahkan 4W Marketing Director Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, tak sedikit pembeli Ertiga Diesel yang merupakan konsumen setia Ertiga. Mereka lebih mementingkan fungsi.
"Di kami itu seperti antihipotesa, dia punya Ertiga bensin, kenapa beli lagi Ertiga yang sama tapi mesin diesel dan dua-duanya dipakai. Sebetulnya mereka lebih ke arah fungsi, mereka butuh mobil, tapi mereka suka Ertiga, ketimbang naik ke SUV atau turun kelas ke city car atau LCGC," kata Donny.
Sementara itu, pembeli Ertiga Diesel lebih banyak dari kota-kota besar. Suzuki juga masih fokus menjual Ertiga Diesel di kota besar.
"Kontribusi daerah itu bisa sampai 70-80 persen dari 11 kota strategis termasuk Jakarta. Kota besar itu kayak Jabodetabek, Surabaya, Medan, Makassar, Jawa Tengah," sebut Harold. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta