Juga menjadi terbatas karena kebiasaan belanja masyarakat disana. Selain WWF ada juga sebuah perusahaan teknologi ramah lingkungan yang membantu yakni Lichtblick. Berkat bantuannya, bias terlacak penjualan mobil listrik secara global.
Jerman menjadi salah satu negara yang tertinggal. Dalam 6 tahun terakhir misalnya, memang jumlah mobil listrik di jalan meningkat 20 kali lipat. Tetapi negara yang merupakan pasar mobil terbesar di Eropa cukup tertinggal dalam penjualan mobil listrik karena jumlah itu tidak seberapa dibanding negara lainnnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Autoevolution, Minggu (23/4/2017), seorang ahli di bidang tersbeut mengatakan Jerman memiliki prediksi tersendiri soal mobil. Misalnya seperti bagaimana membuat agar mobil tersebut bisa menempuh 1.000 km hanya dengan satu kali pengisian ulang baterai.
Mobil listrik yang dijual di pasaran saat ini rata-rata baru mencapai 150 hingga 200 km. Meski daya jelajah menjadi fokus para produsen saat ini , namun konsumen di Jerman memeiliki target tersendiri terkait hal itu.
Ini menjadi PR besar bagi pasar mobil terbesar di Eropa. Namun WWF mengingatkan itu harus tetap terjadi agar menjaga lingkungan ke depannya. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?