Seperti yang dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Elmate) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan atau Research & Development (R&D) adalah jantung industri otomotif.
"Industri adalah satu siklus dan berbeda dengan prakarya, kalau prakarya bikin sekali dan besok bikin yang lain enggak apa-apa. Industri harus berpikir sampai ke manufaktur," ujarnya kepada wartawan, di Karawang, Senin (10/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ada siklusnya dari R&D, prototiping, produksi, marketing, pasarkan, kemudian ada feedback dari konsumen kalau kurang puas ya balik lagi ke R&D," tutur Putu.
Selain itu, pembangunan pusat R&D dikatakan Putu bukan hanya penting untuk industrinya, namun juga menguntungkan untuk para konsumen.
"Selama ini kalau ada yang kurang puas dari konsumen dilempar ke Jepang, tunggu lagi dan ada delay, jeda waktu. Misalnya mobil, baru lewat banjir 20 cm sudah mogok, kasih tahu ke Jepang, terus lima bulan lagi baru keluar mobil yang tahan anti air, padahal banjirnya udah naik jadi 40 cm, balik lagi ke Jepang," kata Putu.
"Kalau sekarang, mobil mogok, balik lagi ke sini (R&D), dan dalam waktu singkat sudah bisa diselesaikan, apa yang perlu dimodifikasi, itu tujuan R&D itu," pungkasnya. (khi/lth)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?