Kemenperin: R&D Jadi Jantung Industri Otomotif

Kemenperin: R&D Jadi Jantung Industri Otomotif

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Selasa, 11 Apr 2017 17:39 WIB
Kemenperin: R&D Jadi Jantung Industri Otomotif
Foto: M Luthfi Andika
Jakarta - Dalam dunia industri, Penelitian dan Pengembangan merupakan faktor penting untuk membuahkan suatu produk. Hal ini juga berlaku untuk industri otomotif.

Seperti yang dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Elmate) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan atau Research & Development (R&D) adalah jantung industri otomotif.

"Industri adalah satu siklus dan berbeda dengan prakarya, kalau prakarya bikin sekali dan besok bikin yang lain enggak apa-apa. Industri harus berpikir sampai ke manufaktur," ujarnya kepada wartawan, di Karawang, Senin (10/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya sebuah industri otomotif khususnya dan industri lain pada umumnya, tidak bisa asal melahirkan sebuah produk.

"Jadi ada siklusnya dari R&D, prototiping, produksi, marketing, pasarkan, kemudian ada feedback dari konsumen kalau kurang puas ya balik lagi ke R&D," tutur Putu.

Selain itu, pembangunan pusat R&D dikatakan Putu bukan hanya penting untuk industrinya, namun juga menguntungkan untuk para konsumen.

"Selama ini kalau ada yang kurang puas dari konsumen dilempar ke Jepang, tunggu lagi dan ada delay, jeda waktu. Misalnya mobil, baru lewat banjir 20 cm sudah mogok, kasih tahu ke Jepang, terus lima bulan lagi baru keluar mobil yang tahan anti air, padahal banjirnya udah naik jadi 40 cm, balik lagi ke Jepang," kata Putu.

"Kalau sekarang, mobil mogok, balik lagi ke sini (R&D), dan dalam waktu singkat sudah bisa diselesaikan, apa yang perlu dimodifikasi, itu tujuan R&D itu," pungkasnya. (khi/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads