Jika kebijakan tersebut telah terlaksana, bagaimana nasib mobil dengan mesin tua?
"Bisa, cocok-cocok aja, tapi ya ada beberapa bagian yang harus kita sesuaikan, disetel lagi. Tapi yang jelas tetap bisa masuk (kategori untuk Euro 4)," ujar pemilik bengkel G-Speed, Galih Laksono kepada detikOto, di Radio Dalam, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan keluarnya enggak setiap hari, mobil hobi. Karena juga mungkin kalau setiap hari kan lumayan mahal juga perawatannya, dan kadang-kadang kan mobil seperti ini, hanya untuk dilihat aja para kolektor itu," ujarnya.
Lebih lanjut Galih menjelaskan, yang namanya hobi, itu sifatnya rata-rata di luar pemikiran rasional. Sehingga meski Indonesia mulai menuju Euro4, mobil-mobil seperti itu akan tetap bertahan.
"Contohnya kayak orang yang hobi mancing, mereka sampai berjam-jam mancing diam, nungguin ikan, sampai berjam-jam. Ini kan mobil-mobil, mesin dengan teknologi 60an, sampai sekarang masih ada dan masih berfungsi. Jadi irasional hobi itu," tuturnya.
Namun dirinya juga mengatakan, lain halnya jika mesin sudah dimodifikasi keseluruhan. "Full modifikasi enggak bisa. Tapi kalau modifikasinya biasa saja masih masuk," pungkasnya. (khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi