Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, program subsidi motor listrik akan kembali dilanjutkan tahun ini. Namun, nominal diskonnya tak sebesar dua tahun lalu. Bagaimana detailnya?
Purbaya menjelaskan, detail dan angka pastinya memang belum ditentukan. Meski demikian, dia sudah mengantongi gambaran kasarnya. Harapannya, ini bisa diputuskan tak lama lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini. Ya nggak semuanya, bertahap lah. Subsidi mungkin Rp 5 juta per motor, Rp 5 juta atau lebih kita lihat, nggak tahu. Ini kan masih awal nih," kata Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, dikutip dari detikFinance, Sabtu (25/4).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bicara soal kemungkinan subsidi motor listrik diadakan lagi. Foto: Anisa Indraini/detikcom |
Pemberiannya pun, kata Purbaya, akan dilakukan bertahap dan tidak semua berhak mendapatkannya. Menurutnya, sebelum benar-benar diresmikan, kebijakan tersebut harus dimatangkan dulu bersama Menteri Perindustrian dan Menko Perekonomian.
"Nanti berapa jumlah motor yang disubsidi masih dipertimbangkan. Tapi yang jelas saya masih diskusi dulu dengan Menteri Perindustrian, Menko, dan kami laporkan lagi ke Presiden sesuai dengan petunjuk pada waktu itu," katanya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka peluang kembali menggelar program subsidi konversi motor listrik di Indonesia. Meski biaya konversi sekarang sudah terjangkau, namun dia mengklaim, pemerintah akan tetap hadir untuk mengurangi beban masyarakat.
"Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp 5-6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Ketika ditanya apakah bentuknya akan seperti subsidi konversi motor listrik seperti sebelumnya, Bahlil bilang ada kemungkinan. Namun, bentuk pastinya masih dikaji pemerintah, khususnya satuan tugas khusus transisi energi yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
"Semacam begitu, tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga rencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi," kata Bahlil.
(sfn/sfn)













































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi