Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 15 Mar 2017, 15:26 WIB

Nissan Usulkan Satuan Tenaga Baru, Daya Unta!

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Nissan Usulkan Satuan Tenaga Baru, Daya Unta! Foto: Nissan
Abu Dhabi - Mobil dengan tenaga berdaya kuda besar tak berarti bisa jagoan di gurun. Karena itu Nissan mengusulkan sebuah satuan baru menggantikan daya kuda, daya unta, alias Camel Power!

Ya ini bukan main-main, adalah Nissan Timur Tengah yang mengenalkan konsep baru untuk mengevaluasi performa kendaraan di gurun tandus. Camel Power atau daya unta diyakini Nissan dapat mengukur performa kendaraan di padang gurun yang memiliki kondisi off-road yang khas secara lebih akurat.

Nissan menganggap tenaga kuda saja tidak cukup untuk mengartikan sebuah kendaraan bisa tampil mumpuni di kondisi padang gurun yang berpasir. Nissan mencontohkan GT-R yang memiliki tenaga kuda besar tidak akan sanggup menjelajahi gurun sebagus mobil SUV seperti Nissan Patrol.

Seperti halnya tenaga kuda, Camel Power pun dapat diperhitungkan secara ilmiah, sehingga memunculkan harapan akan metode pengukuran yang lebih tepat bagi kendaraan yang berjibaku di padang gurun.

"Selama dua tahun terakhir kami telah meneliti berbagai unsur yang membuat kendaraan seperti Nissan Patrol cocok untuk dikendarai di padang gurun. Kami menemukan bahwa pada dasarnya terjadi kondisi saling mempengaruhi antara berat kendaraan, kecepatannya ke arah tertentu, dan lintasan yang dilaluinya saat bergerak. Faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi termasuk manuver, torsi mesin, dan tentu saja keterampilan mengemudi. Jika kita membakukan kecepatan dan lintasan kendaraan dalam lingkungan tertentu, kita bisa mengukur seberapa cepat kendaraan bergerak pada jarak tertentu dan memasukkan faktor beban kendaraan, dan di situlah kita menemukan Camel Power," ujar Insinyur dari Unit Camel Power, Joseph Rachid El Hachem.

Ini adalah sebuah konsep sederhana yang penerapannya relatif mudah untuk menguji kendaraan dalam kondisi yang biasa ditemukan di Jazirah Arab. "Mungkin agak mengejutkan, bahwa formula semacam ini baru dikembangkan saat ini, mengingat banyaknya waktu dan energi yang dihabiskan oleh komunitas off-road untuk mengklaim maupun membuat kontra-klaim tentang kendaraan yang ideal untuk kondisi seperti padang gurun. Nissan mencoba mengambil inisiatif dan secara konkret mulai mengembangkannya, dengan mengambil fokus awal di pasar kawasan Teluk. Kami optimis nantinya konsep bisa diterima oleh kalangan luas, baik komunitas pencinta off-road, maupun pelanggan yang memang membutuhkan kendaraan off-road untuk moda transportasi sehari-hari," ujar Managing Director Nissan Timur Tengah, Samir Cherfan.

Jadi berapa ukuran Camel Power ini? Formula perhitungan Camel Power akhirnya diterjemahkan sebagai berikut: Camel Power (CP) = velocity (kecepatan benda ke arah tertentu) x weight (berat benda) x sin (trajectory) (lintasan benda yang bergerak dengan tenaga).

Nissan pun ingin satuan daya unta ini diresmikan. Karya ilmiah beserta rumus hasil kolaborasi ini telah disampaikan Nissan Timur Tengah kepada badan pemerintah terkait, yakni ESMA (Emirates Authority for Standardization and Metrology), dan diterima dengan baik sebagai ide satuan pengukuran baru. ESMA menyetujui dan mendukung proses pengujian lanjutan yang diperlukan untuk membakukan hal ini, mulai dari tahap regional, yang nantinya akan berakhir sebagai pengujian global.

Camel Power rencananya akan digunakan di gerai dan material promosi untuk menjelaskan kemampuan berbagai model SUV Nissan di Timur Tengah.

(ddn/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed