Dalam hal ini, Toyota Indonesia mencium kesempatan mengekspor mobil ke Negeri Kanguru itu. Saat ini, Toyota sedang dalam proses pendekatan.
"Kita dalam approach ya. Approach untuk kemungkinan segmen-segmen baru yang bisa dikembangkan," ujar Direktur Senior TMMIN, Edward Otto Kanter, kepada wartawan, di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya itu kan dalam skala global supply chain, dan sekali lagi tergantung market di sana seperti apa, dan bagaimana kita penetrasi model-model yang kita produksi, sehingga model-model yang kita buat itu bisa masuk," tuturnya.
Sedangkan untuk kemungkinan jenis apa yang akan dikirim ke Australia, dirinya mengatakan kembali tergantung dengan pasar di sana.
"Orang Austrlia-nya sendiri, apakah berubah atau bertambah segemnnya. Kalau sekarang kan pick-up cukup banyak, SUV (Sport Utility Vehicle) yang besar, dan kalau sedan lebih banyak yang besar mereka pakainya," kata Edward.
Selain itu menurut Edward, dengan adanya peluang untuk memasuki pasar di Australia, Toyota harus berhati-hati. Karena Edward memprediksi akan ada banyak persaingan yang ketat nantinya.
"Karena semua produsen berlomba-lomba, karena CBU (Completly Build-up)-nya bisa masuk. Jadi kita harus hati-hati. Sambil kita menjaga brand Toyota, yang kuat di sana itu product-nya terutama pick-up dan lainnya," pungkasnya. (khi/rgr)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta