Begitupun yang dirasakan produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai. PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Hyundai di Indonesia. Di HMI sendiri, tercatat penjualan tahun lalu hanya berkisar 1.400-an unit. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan ekspor yang dilakukannya.
"Ekspor kita memang salah satu yang menopang dari produksi di pabrik kita, per bulannya tahun lalu berkisar rata-rata 250-an unit, kecuali waktu yang demo besar di korea tuh 3 bulan. Tapi overall tahun lalu ekspor kita 2.000 unit, harapan kita tentunya tahun ini kebetulan HMC (Hyundai Motor Corporation) memberikan kita green light coba lebih mengeksplor pasar ekspornya lagi ya harapan kita, bisa mencapai 2.250-2.300 unit per bulan. Ini terus terang kita sangat bangga karena kebanyakan biasanya impor ini kita bisa ekspor," tutur Presiden Direktur PT HMI, Mukiat Sutikno di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita terus terang sedang melobi terus dan harapan kita moga-moga tahun depan kita bisa announce satu CKD baru lagi. Sekedar informasi, pihak Korea itu melakukan audit setahun 2 kali, random audit, dia datang tinggal bilang saya mau unit yang itu dan dia harus hitung," jelas Mukiat.
"Nggak mungkin satu produk totally perfect gak mungkin, dia lihat kematangan las segala. Tapi kalau dia lihat kita gagal, kemungkinan ekspornya disetop. Nah ini membuktikan secara kualitas mobil yang diproduksi di Indonesia di pabrik Bekasi kita itu secara kualitas memenuhi global standar Hyundai," sambung Mukiat.
Pabrik Hyundai di Bekasi saat ini masih di bawah kapasitas maksimum sebesar 26.000 unit per tahun. Model yang diproduksi disana dan diekspor adalah H-1. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer