Sultan Kacirebonan: Datsun Tak Lupa Sejarah dan Budaya Indonesia

Datsun Risers Expedition

Sultan Kacirebonan: Datsun Tak Lupa Sejarah dan Budaya Indonesia

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Rabu, 22 Feb 2017 09:20 WIB
Sultan Kacirebonan: Datsun Tak Lupa Sejarah dan Budaya Indonesia
Foto: Rengga Sancaya
Cirebon - Selama 2 hari di Cirebon dan sekitarnya, rombongan Datsun Risers Expedition (DRE) dimanjakan dengan kekayaan budaya Cirebon yang masih lestari.

Di hari kedua DRE, setelah mendatangi Keraton Kasepuhan, risers menyambangi Keraton lainnya yakni Keraton Kacirebonan di Jl Pulasaren, Cirebon, Selasa (21/2/2017) malam.

Dari gerbang keraton yang berwarna hijau, risers disambut 6 penari yang masih muda dan juga seorang lengser. Oleh mereka, risers diantar masuk ke keraton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sultan Kacirebonan: Datsun Tak Lupa Sejarah dan Budaya IndonesiaFoto: Rengga Sancaya


Setelah menunggu sejenak, pemimpin Keraton Kacirebonan, Sultan Abdul Gani Natadiningrat keluar beserta sang istri dan langsung menemani para risers.

Di teras keraton terdapat beberapa meja bundar tempat para risers duduk. Sambil menikmati tarian, risers disajikan dengan makan malam mulai dari nasi ayam, sampai tahu gejrot.

Sultan Kacirebonan: Datsun Tak Lupa Sejarah dan Budaya IndonesiaFoto: Rengga Sancaya


Sultan Abdul Gani tidak canggung menyambut para risersnya. Sambil mengenakan beskap hitam tamunya dia mengucapkan terima kasih atas kedatangan para risers.

"Kami dari Keraton Kacirebonan saya secara pribadi berbahagia dan mengapresiasi kedatangan Datsun. Dua kali ya Datsun ke sini. Tahun lalu Datsun ramah budaya sekarang luwes budaya, kami bangga Datsun mengarahkan kunjungannya ke tempat yang bersejarah, Datsun tak lupa dengan sejarah dan budaya bangsa Indonesia," ujar Sultan yang disambut tepuk tangan para risers.

Sultan Kacirebonan: Datsun Tak Lupa Sejarah dan Budaya IndonesiaFoto: Rengga Sancaya


Setelah jamuan makan malam, risers dipertontonkan tarian sintren, sebuah tarian mistis yang kabarnya hanya bisa dilakukan oleh gadis yang masih perawan.

Sebelum tarian dimulai, gadis penari diikat, dibuat tidak sadarkan diri dan kemudian dimasukkan ke sangkar yang ditutupi kain. Tiba-tiba saja saat sangkar dibuka si gadis sudah mengenakan baju tari yang lengkap.

Tarian SintrenTarian Sintren Foto: Dadan Kuswaraharja


Yang unik si gadis akan berhenti menari kalau dilempar dengan koin atau uang. (ddn/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads