Menurut 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Dony Saputra, hal tersebut mempunyai sisi positif bagi konsumen dalam hal biaya yang dikeluarkan.
"Jadi mungkin memang ada kebutuhan masyarakat yang bisa di akomodasi dengan taksi online. Kebetulan kalau kita bicara akuisisi biaya pembelian unit, lebih terjangkau kalau LCGC," ujarnya, saat dihubungi detikOto, Senin (19/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena saya yakin sudah mempertimbangkan banyak sisi, dan sudah melalui pertimbangan yang masak oleh Kemenhub, bahwa ini (LCGC jadi taksi online) diperbolehkan. Mungkin dari sisi tingkat kebutuhan dan ekkonomi masyarakat," ucap Dony.
Selain itu Dony juga mengatakan, jika memang para konsumen memilih produk LCGC milik Suzuki untuk dijadikan taksi online, pihak SIS siap dengan produk Suzuki Wagon R-nya.
"Secara bentuk, volume angkut, konsumsi bahan bakar cukup baik. Tapi semua itu kita kembalikan lagi ke pilihan konsumen," pungkasnya.
keputusan LCGC diperbolehkan menjadi taksi online ini, setelah Kemenhub melakukan uji publik tahap pertama terhadap revisi Peraturan Menteri Nomor 32 Tahun 2016. Menurut Kemenhub, kebutuhan publik ikut menunjang diperbolehkannya LCGC menjadi taksi online. (khi/lth)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi