Proton beralasan telah meluncurkan produk MPVnya di Indonesia terlebih dahulu lewat Exora.
"MPV kita ada Exora, yang kita launch lebih tahun pas, amat disambut baik pada awalnya tapi selepas itu kita upgrade Exora jadi lebih powerful tapi harganya agak tinggi demandnya jadi agak berkurang. Di Indonesia ini membutuhkan market yang agak rendah agar bisa jual lebih lagi," ungkap CEO Proton Holdings Berhad, Dato'Ahmad Fuaad Kenali, di FX Sudirman, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita LCGC memerlukan bisnis strategi yang berbeda, jadi kita belum lihat Proton bakal investasi di LCGC, LCGC kompetitif tapi kami belum memutuskan untuk mengambil bagian dari LCGC," jelas Dato' Ahmad.
"Kita belum tahu Iriz dapat sambutan banyak atau tidak tapi saya rasa boleh dapat sambutan cuma number kita susah estimate karena ini model yang baru," lanjutnya. (dry/lth)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun