Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 03 Februari 2017, 18:35 WIB

Mobil-mobil Listrik Dahlan Iskan yang Membuatnya Jadi Tersangka

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Mobil-mobil Listrik Dahlan Iskan yang Membuatnya Jadi Tersangka Foto: Ari Saputra
Jakarta - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menjadi tersangka dalam kasus pengadaan mobil listrik. Dahlan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung sejak 26 Januari 2017.

Kasus mobil listrik yang menjerat Dahlan ini berawal dari kesepakatan tiga BUMN untuk membiayai pengadaan 16 mobil listrik senilai kira-kira Rp 32 miliar. Saat itu PT Sarimas Ahmadi Pratama ditunjuk sebagai pihak swasta yang dianggap kompeten untuk mengerjakan pengadaan tersebut.

Tiga BUMN yang dimaksud adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pertamina. Belasan mobil listrik tersebut rencananya akan digunakan saat konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Nusa Dua, Bali, Oktober 2013. Dianggap tak memenuhi kualifikasi untuk digunakan peserta forum APEC, mobil-mobil listrik yang telah diproduksi selanjutnya diserahkan kepada beberapa universitas untuk dijadikan bahan penelitian.

Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmad, kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan merugikan keuangan negara. Dasep kemudian divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan pada Maret 2016 oleh Pengadilan Tipikor.

Dasep sempat menyebut Dahlan, yang saat itu menjabat Menteri BUMN, sebagai wakil penanggung jawab bidang pelaksana proyek. Sebagai pengembangan, pada Kamis, 3 November 2016, Dahlan diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung Jawa Timur terkait proyek mobil listrik. Dia diperiksa kurang-lebih 2,5 jam.

Dengan santai, Dahlan mengaku sudah mendengar kabar dirinya dijadikan tersangka. "Ini soal mobil listrik ya. Saya juga dengar, saya jadi tersangka lagi," kata Dahlan.

"Saya kira Yang Mulia Jaksa Agung mungkin ingin dapat hadiah Muri karena bisa menjadikan seorang Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN dan tokoh pers Indonesia, menjadi tersangka tiga kali," ungkapnya sambil tersenyum.

Dahlan menegaskan ketiga kasus yang menjeratnya saat ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan upayanya melakukan tindak pidana korupsi. "Karena tiga-tiganya tidak ada kaitannya dengan sogok-menyogok, suap-menyuap, aliran dana, pemberian atau mengambil uang," imbuh Dahlan.

Sejak menjabat sebagai Menteri BUMN, Dahlan Iskan memang sudah ngebet dengan mobil listrik. Dia menilai masalah BBM akan terus menguras energi nasional, banyak demo karena kenaikan harga BBM. Karenanya agar tidak ketinggalan dari negara lain yang sudah mulai menggunakan kendaraan listrik, Indonesia harus memulainya.

Dahlan kemudian mengajak 4 pemuda yang disebutnya Putera Petir untuk memproduksi mobil listrik. Salah satunya adalah Dasep Ahmadi, nama lainnya adalah Danet Suryatama.

Tesla Datang, Pemerintah Harus Perlakukan Beda dengan Mobil Listrik Nasional

Hasilnya adalah mobil city car buatan Dasep Ahmadi yang saat itu dinamakan Ahmadi. Mobil berwarna hijau itu langsung dites Dahlan Iskan dari Depok-Jakarta. Di tengah jalan mobil sempat mengalami mogok.

Akhir tahun 2012, Dahlan memperlihatkan lagi mobil listriknya, kali ini adalah sebuah mobil bergenre sport yang dinamakan Tucuxi, alias si lumba-lumba.


Mobil-mobil Listrik Dahlan Iskan yang Membuatnya Jadi TersangkaFoto: Ari Saputra

Dalam perjalanannya, Danet berselisih dengan Dahlan Iskan. Danet menuding mobil buatannya dibongkar dan dijiplak habis-habisan oleh tim pembuat mobil listrik Dahlan Iskan. Dahlan membantahnya.

Hingga akhirnya mobil listrik senilai Rp 3 miliar buatan Danet Suryatama ini mengalami tabrakan saat dites Dahlan Iskan dan Ricky Elson pada 5 Januari 2013 lalu. Dahlan menuding penyebab kecelakaan adalah karena mobil tidak memiliki girboks.

Ferrari Listrik Dahlan Iskan Beristirahat di Museum Angkut

Padahal jika hasil tes berjalan mulus, Dahlan berniat menjual mobil itu seharga Rp 1 miliar. Belakangan mobil menjadi salah satu koleksi di Museum Angkut+ Movie Star Studio di Malang. Kondisi mobil yang hancur dibiarkan begitu saja.

Dahlan tak patah arang membuat mobil listrik. Setahun berikutnya dia memperlihatkan lagi mobil sport Selo dan mobil MPV Gendhis.

Mobil Listrik Selo dan Gendhis Dipamerkan di Senayan

Belakangan mobil-mobil listrik mewah ini dikirim ke 6 universitas sebagai pembelajaran. Namun mobil-mobil ini akhirnya disita oleh Kejaksaan Agung.

Mobil disita Kejaksaan AgungMobil disita Kejaksaan Agung Foto: Grandyos Zafna


(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +