Dilansir Reuters, Jumat (3/2/2017), Wakil Presiden Eksekutif Nissan Hideyuki Sakamoto mengatakan harapannya agar penggunaan sistem hybrid e-Power pada model Note, membantu memangkas biaya produk untuk model hybrid dan mobil listrik Nissan.
"Hingga kini, komponen termasuk inverter dan mesin berbeda antara model hybrid dan model mobil listrik kami. Namun sistem baru berbeda yang beberapa bagiannya berbagi dengan mobil listrik Leaf. Itu akan membuat efisiensi di manufaktur," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan harga mulai dari 1.770.000 yen (Rp 207 jutaan), e-Note sampai saat ini hanya tersedia di Jepang, dan lebih murah hampir 40 persen dari mobil listrik Leaf.
Sementara Leaf adalah mobil listrik yang menguasai pasar mobil listrik dunia sejak diluncurkan pada 2010. Secara global, mobil Leaf telah terjual lebih dari 250.000 unit, namun masih jauh dari target awal penjualan.
Dengan berbagai faktor, Nissan berharap mesin hybrid yang hampir-listrik - yang mana beberapa bagiannya berasal dari Leaf, akan memangkas biaya dan memenangkan persaingan dalam perkembangan mobil listrik yang lebih murah.
Hal ini merupakan kebalikan dari Nissan biasanya. Saat mengembangkan Leaf, CEO Nissan Carlos Ghosn mengisyaratkan akan melompati tekologi bensin-hybrid dan langsung merakit mobil bertenaga baterai dengan kandungan nol emisi.
"Kita tidak dapat menghindari fakta bahwa mobil listrik lebih mahal ketimbang kendaraan bensin konvensional, sementara ada asumsi bahwa mobil listrik tidak cocok menjadi kendaraan yang digunakan untuk bepergian jauh," tutur Sakatomo.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun