Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 24 Januari 2017, 08:22 WIB

Panther Anyar Tak Kunjung Tiba, Ini Alasan Isuzu

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Panther Anyar Tak Kunjung Tiba, Ini Alasan Isuzu Foto: pool
Jakarta - Hingga saat ini, Isuzu Panther yang merupakan ikon dari produk Isuzu yang melegenda, hingga saat ini belum ada versi perombakan total. Akhir tahun ini, Isuzu kemungkinan baru akan melakukan perombakan Panther dengan menambah pemanis-pemanis.

Produksi yang masih dilakukan secara Completly Build-up (CBU), dan dijual secara global dengan tingkat standar emisi yang tinggi dirasa Director of Product Planning Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia Edy Jusuf Oekasah, menjadi faktor utamanya Panther sulit dikembangkan di Indonesia.

"Di global itu kendaraan sudah Euro 4. Kami bisa ngembangin langsung produk Euro 4 dan menjadi produk global, tapi akhirnya investasi harus banyak, karena saat ini di Indonesia belum Euro 4 melainkan masih Euro 2," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (23/1/2017).

Namun pria yang akrab disapa Oje itu juga mengatakan, meski Panther masih punya peminat di pasar Indonesia, tidak banyak volumenya. Karena hal tersebut, Oje mengatakan Isuzu sedang mempelajari model mobil yang diminati di negara lain, sebagai strategi Isuzu untuk target pasar selanjutnya.

"Misalnya dari tujuh negara kami tanya maunya apa. Oke Indonesia butuh itu (Panther) tapi yang lain butuh apa? Apa seven seater buat lewatin banjir, berarti itu mirip-miriplah (sama Panther), lalu negara lainnya mau apa? Mobil gede, bisa naik ke gunung. Nah ini semua baru ditanya (oleh Isuzu global)," tururnya.

Walaupun pun tidak ada perombakan total, Oje mengatakan, nama Panther akan tetap ada jika produk anyar mereka hadir.

"Enggak tahu (hilang nama Panther), orang ini baru nanya. Kalau perbarui kita pasti berusaha. Tapi ujung-ujungnya pasti karena cost, dan itu beda jauh dengan hanya sekedar kosmetik (ubahan ringan)," tutupnya.

Karena faktor itu lah, tahun ini Isuzu masih akan fokus pada penjualan produk truk-nya. Apalagi melihat perkembangan ekonomi yang cukup bagus. "Kita melihat bahwa perkembangan ekonomi di Indonesia itu terbaik ke 4 tahun ini di dunia, yaitu di atas 5 persen. Bagus berarti," ujarnya.

Truk IsuzuTruk Isuzu ELF Foto: Rengga Sancaya


"Kan kalau ekonomi naik terutama dari level yang bawah masuk ke menengah, itu yang pertama sandang, pangan, dan papan, jadi kebutuhan ketiga tersebut (kendaraan)," tutur Oje.

Selain itu pemerintah yang sedang gencar membangun infrastruktur, juga memperkuat keyakinan IAMI fokus pada penjualan truk. "Apa lagi sekarang lagi dibangun infrastruktur yang masif dimana-mana. Jalan tol, jalan umum, pelabuhan laut, pelabuhan udara," ucap Oje.

(khi/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed