Seperti dilansir Reuters, pembatalan proyek ini berpotensi mengancam keuntungan pabrik bersama Nissan-Daimler di Meksiko. Namun menurut sumber di perusahaan, keputusan ini diambil sebelum Donald Trump terpilih jadi presiden Amerika dan tidak terkait dengan kampanye Trump yang akan memberikan penalti bagi produsen mobil yang membuat mobil di Meksiko untuk Amerika.
Nissan memutuskan di bulan Oktober lalu, merek mewah di bawah naungan Nissan yakni Infiniti takkan menggunakan platform milik Daimler MFA2 yang sudah diupgrade. Platform itu dikembangkan oleh kedua perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak memungkinkan untuk meneken perjanjian dengan basis MFA2, target yang disiapkan Infiniti terlalu tinggi untuk diraih," ujar sumber itu.
Langkah ini pastinya akan mengurangi efisiensi pabrik senilai US$ 1 miliar yang sudah dibuka di Aguascalientes, Meksiko, dimana kedua perusahaan sudah berencana membangun beraneka mobil kompak untuk mengurangi kompleksitas dan mengurangi biaya produksi.
Selain itu langkah ini juga akan memaksa Nissan untuk menghapus buku sebagian dari investasi sebesar US$ 306 juta di pabrik Inggris yang menggunakan peralatan Mercedes.
Keputusan Nissan juga akan mempengaruhi perjanjian kerja sama antara Renault-Nissan serta Daimler di tahun 2010.
Nissan dan Daimler terakhir bekerja sama dalam memproduksi mobil pikap.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit