Pernyataan ini langsung disampaikan Chief Executive Swatch Group, Nick Hayek, yang mengatakan perusahaan memiliki kebijakan baru untuk melahirkan baterai untuk mobil listrik. Bahkan Swatch menyatakan siap meraup keuntungan penjualan mencapai USD 10-15 juta di 2020, seperti dikutip Fortune, Kamis (5/1/2016).
Memang langkah Swatch untuk melahirkan baterai mobil listrik terbilang tidak mudah. Bahkan para investor menilai rencana Swatch ini terbilang mahal dan berat. Karena Swacth Group sendiri tahun kemarin mengalami penurunan penghasilan hanya mencapai USD 8,36 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak pernah menunggu, kami selalu bergerak, tapi tidak ada alasan untuk mengubah strategi kami. Kami selalu mencoba menjadi lebih baik, meski melakukan efisiensi dan mengurangi biaya," kata Hayek di surat kabar Swiss Handelszeitung.
Namun menurut Urs Beck, manajer EFG Asset Management, salah satu pemilik saham Swacth dari 10 perusahaan menilai, langkah ini terlalu besar.
"Informasi tentang baterai Swatch masih sangat sedikit. Untuk memberikan yang terbaik ini bisa terwujud dalam jangka panjang," katanya. (lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu