Pakai Alat Khusus, Mobil dengan Kunci Remote Berisiko Dicuri

Pakai Alat Khusus, Mobil dengan Kunci Remote Berisiko Dicuri

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 12 Des 2016 07:54 WIB
Pakai Alat Khusus, Mobil dengan Kunci Remote Berisiko Dicuri
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Saat ini produsen mobil sudah melengkapi beberapa mobil yang dijual dengan sistem kunci remote dan tombol start/stop engine untuk menyalakan dan mematikan mesin tanpa harus menggunakan kunci kontak. Ternyata, sistem itu memiliki risiko juga untuk dicuri.

Dilansir Leftlanenews, Senin (12/11/2016), National Insurance Crime Bureau (NICB) mengumumkan penemuan yang disebut perangkat misteri (mystery device). Dikatakan, perangkat ini biasa digunakan oleh pelaku kejahatan untuk mencuri kendaraan yang dilengkapi tombol start/stop engine.

Perangkat misteri ini bekerja dalam dua tahap. Pertama, perangkat akan mendeteksi sinyal dari fob kunci kendaraan asli dari jarak hingga sekitar 10 kaki (sekitar 3 meter). Informasi yang didapat dari fob kunci asli kemudian ditransfer ke relay box lain yang memungkinkan pencuri untuk membuka pintu mobil dan menghidupkan mesin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NICB sudah menguji coba perangkat misteri ini dengan menggandeng penjual mobil bekas. Perangkat ini dicoba di 35 model berbeda dan sukses memperoleh akses 19 mobil di antaranya. Dari 19 mobil yang berhasil dibuka pintunya, NICB sukses menyalakan mesin 18 mobil dan 12 mobil mampu dinyalakan ulang setelah dimatikan.

NICB tidak memiliki data berapa banyak mobil yang dicuti menggunakan perangkat mistri lantaran tak ada bukti. Namun, NCIB telah memperingatkan tentang bahaya alat tersebut sejak 2014 lalu.

"Kami sekarang telah melihat sendiri bahwa perangkat ini bekerja. Mungkin mereka tidak bekerja pada semua merek dan model, tapi pasti cukup bahwa pencuri mobil dapat menargetkan dan mencuri mobil dengan relatif murah. Dan bagian yang menakutkan adalah bahwa tidak ada peringatan atau penjelasan untuk pemilik mobil," kata President and CEO NICB, Joe Wehrle.

Perangkat ini diperoleh NICB melalui ahli keamanan pihak ketiga. Ini digunakan untuk menemukan kerentanan dalam sistem beberapa kendaraan. (rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads