Mesin listrik ini lebih kecil, kompak, dan lebih efisien dari mesin yang menggunakan bahan bakar pada umumnya dan baterainya semakin lama terus diperbaiki.
Yang menjadi masalah saat ini orang-orang tak suka menunggu lama sementara mengisi ulang baterai mobil listrik memakan waktu yang tidak sebentar. Mereka menginginkan mobil listrik paling tidak bisa berfungsi sama seperti mobil yang ada saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir autoevolution, Kamis (8/12/2016) berikut beberapa poin minus mengenai mobil listrik yang harus diperhatikan
Pengiriman yang Sulit
|
Foto: Rengga Sancaya
|
Namun berbeda halnya saat mobil hybrid mulai dijual di pasaran, mereka mengkritisi soal penggunaan baterai Ni-Mh. Material tersbut berasal dari tambang yang berada di lokasi tersiolasi di dunia dan jarang namun harus dikirimkan lagi sebelum akhirnya menjadi baterai, setelah itu dikirim lagi ke pabrikan mobil yang memproduksi mobil hybrid.
Situasi tersebut sepertinya tidak jauh berbeda dengan mobil listrik kecuali produsen mobil listrik membuat baterainya sendiri. Rantai pengiriman yang panjang dan komponen mahal harus melewati jarak jauh hanya untuk membuat baterai mobil listrik.
Komponen yang Mahal
|
Foto: Rengga Sancaya
|
Penghasil lithium terbesar adalah Australia, Chili, Argentina, dan Zimbabwe. Sama seperti minyak, lithium juga merupakan sumber daya yang terbatas dan menjadi mahal karena banyak permintaan dari produsen otomotif. Hingga sesuatu yang lebih baik berhasil ditemukan, lithium bakal menjadi sesuatu yang langka dan mahal. Di waktu yang sama harga mobil listrik akan lebih tinggi lagi karena harga lithium.
Permasalahannya bukan hanya lithium yang menjadi komponen langka mobil listrik tapi ada lagi yang lain seperti dysprosium, lanthanum, neodymium, dan praseodymium.
Daur Ulang Baterai
|
Baterai mobil listrik
|
Baterai Lithium-Ion memang bisa didaur ulang tapi saat ini belum ada pasar yang melakukan daur ulang terhadap baterai tersebut. Terlebih pasar mobil listrik belum besar saat ini. Sementara Toyota memiliki program untuk mengumpulkan baterai-baterai yang sudah lama dan memberikan yang baru. Siklus tersebut masih terus dilakukan agar mobil tersebut tetap ramah lingkungan.
Perbaikan yang Tak Mudah
|
Foto: M Luthfi Andika
|
Ini berarti mobil listrik harus lebih andal dari mobil konvensional yang ada saat ini. Bayangkan jika kita keluar rumah dan mengalami kerusakan mesin yang cukup parah, apabila mobil konvensional kita pasti langsung bisa membawanya ke bengkel terdekat bagaimana dengan mobil listrik pasti hanya tempat tertentu yang melayaninya.
Tak Bisa Jelajah Daerah Terpencil
|
Foto: Istimewa
|
Memang hal tersebut tidak diprediksi bakal terjadi di masa depan namun jika terjadi itu membuat mobil listrik harus diisi ulang sebanyak mungkin agar bisa menepuh perjalanan panjang.
Tak hanya daerah terpencil melainkan juga daerah yang iklimnya tidak menentu sama seperti mobil hidrogen yang juga membutuhkan prosedur dan pengisian ulang yang sulit.
Pembaharuan Listrik dan Hidrogen
|
Mobil hidrogen
|
Mungkin hal tersebut membuat kita berpikir mobil hidrogen adalah yang terbaik namun tidak sepenuhnya benar karena pabrik berskala besar mengekstraksi gas dari metana yang menimbulkan karbondioksida dan karbon monoksida.
Halaman 2 dari 7












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?