Isuzu: Soal Mobil Pedesaan Pemerintah Harus Konsisten

Isuzu: Soal Mobil Pedesaan Pemerintah Harus Konsisten

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Kamis, 08 Des 2016 10:26 WIB
Isuzu: Soal Mobil Pedesaan Pemerintah Harus Konsisten
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Saat ini Kementerian Perindustrian dan Institusi Otomotif Indonesia (IOI), tengah gencar menghadirkan mobil pedesaan. Mobil khusus di daerah ini diklaim dapat meningkatkan perekonomian di wilayah pedesaan.

Menurut CEO Astra Isuzu, Joen Boediputra, rencana ini merupakan rencana yang baik. Namun menurut dirinya pemerintah harus konsisten dan mobil ini harus benar-benar bermanfaat untuk masyarakat pedesaan.

"Tapi kan mesti memberikan program-program nya bagus, kalau pemerintah punya ide itu harus dijalani dengan konsisten, dan bermanfaat untuk masyarakat," tuturnya kepada detikOto, di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya hal tersebutlah yang harus di jaga, agar benar-benar memberikan dampak yang positif.

"Kalau engga ya mau kemana? Kan tidak cuma untuk gagah-gagahan aja. Kalau pedesaan, itu harus bermanfaat di pedesaan dan pemerintah harus support," ucap Joen.

Lanjut Joen mengatakan, kalau hal tersebut berjalan lancar dan baik, maka akan berguna bagi masyarakat. "Ekonomi kita akan baik, taraf hidup masyarakat baik," tambahnya.

Di lain sisi, UD Trucks sebagai salah satu produsen kendaraan truk mengatakan bahwa mobil pedesaan tidak semudah itu beredar di Indonesia.

"Jadi perlu waktu, apa lagi tiba-tiba muncul dia akan jadi mobil indonesia itu juga ga sesimpel itu," ujar Regional Head IBB, PT Astra International, Tbk - UD Trucks Sales Operation, Bambang Widjanarko.

Bambang menganggap jika hanya sekedar memproduksi 1 atau 2 unit mungkin mudah, namun untuk produksi dengan sekala massal masih banyak yang harus dipersiapkan dan dipertimbangkan.

"Kayak kemarin ada mobil Esemka, kalau produksi 1 atau 2 unit oke, tapi kalau produksi banyak perlu persiapan, perlu pabrik, akhirnya balik-balik ke ongkos kan," tuturnya.

"Jadi kalau cuma prototipe 1 atau 2 mungkin bisa, kalau di mass production susah, karena pasti kendalanya banyak," tambah Bambang.

Lanjut Bambang memaparkan anggapannya tersebut dengan mengambil contoh produk-produk yang sudah lama ada di Indonesia.

"Contohnya Toyota misalkan, kan sampai sekarang juga belum 100 persen lokal konten. Jadi perlu waktu," ucapnya.

Selain itu ada berbagai hal juga yang menajdi alasan Bambang mengatakan tidak segampang itu untuk mobil pedesaan hadir di Indonesia.

"Terus dari sisi ongkos produksinya pun pasti akan lebih mahal, kan ga komplet kan diproduksi akhirnya tidak bisa jual kan percuma juga," tambahnya. (khi/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads