Meski Stagnan, Penjualan Mobil Indonesia Tertinggi di ASEAN

Meski Stagnan, Penjualan Mobil Indonesia Tertinggi di ASEAN

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 07 Nov 2016 11:03 WIB
Meski Stagnan, Penjualan Mobil Indonesia Tertinggi di ASEAN
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Penjualan mobil di Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan ASEAN dibanding negara lain. Pasar otomotif di ASEAN pada bulan September cenderung mengalami kenaikan seperti Filipina dan Vietnam meski di Indonesia sendiri cenderung stagnan.

Total penjualan di 6 negara ASEAN termasuk Thailand, Malaysia, dan Singapura naik 4 persen jika dibandingkan tahun lalu menjadi 274.585 unit. Dari Januari hingga September penjualan mobil meningkat 4 persen pula menjadi 2.331.537 unit yang menunjukkan optimisme kenaikkan hingga akhir tahun, namun ada sentimen negatif di Thailand yang menjadi kekhawatiran.

Dilansir Nikkei, Senin (7/11/2016), penjualan mobil di Indonesia pada September mencapai 93.156 unit atau naik sekitar 0.1 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secercah harapan datang dari mobil jenis small MPV yang baru diluncurkan Agustus lalu Toyota Calya dan Sigra yang dibuat oleh Toyota dan Daihatsu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya mendapat subsidi dari pemerintah karena sesuai dengan program Low Cost Green Car (LCGC). Pasar Indonesia secara keseluruhan menunjukkan angka yang buruk meski permintaan akan mobil murah terus tumbuh mengindikasikan iklim penjualan yang buruk.

Di Thailand, penjualan terus menunjukkan perbaikkan di September, namun konsumen nampaknya agak menjaga-jaga pengeluarannya seiring dengan kematian Raja Thailand, King Bhumibol Adulyadej. 63.641 unit mobil di Thailand terjual pada September kemarin atau naik sekitar 3 persen jika dibandingkan tahun lalu.

Dari segi merek mobil penjualan meningkat dialami Honda Motor lewat Civic sedan dan juga Mitsubishi Motor dengan truk pikap 1 ton, Triton. Salah satu sales Toyota di diler Bangkok mengatakan potensi angka konsumen bisa naik kembali. Salah satu karyawan di diler Honda mengatakan banyak konsumen yang memesan kendaraannya namun untuk tahun depan, hal tersebut menunjukkan penjualan bakal turun untuk sementara waktu.

Malaysia pun turut mengalami penurunan penjualan karena pelemahan ekonomi. Penjualannya turun 6 persen menjadi 48.191 unit penurunan berturut-turut selama 9 bulan terakhir. Penjualan terus merosot meskipun Perusahaan Otobomobil Kedua (Perodua), salah satu produsen mobil lokal dan Proton Holdings meluncurkan model baru pada September.

Sementara di Vietnam dan Filipina pemilik mobil cenderung mengalami kenaikan. Di Filipina, penjualan meningkat hingga 16 persen menjadi 35.102 unit pada September, naik selama 49 bulan berturut-turut. Tahun ini diperkirakan 400.000 unit bisa ludes terjual disana. Penjualan justru bisa lebih meningkat karena pemerintahnya mengeluarkan kebijakan untuk mempromosikan produksi otomotif lokal. Toyota dan Mitsubishi nampaknya sudah mengambil ancang-ancang untuk turut berperan di Filipina.

Vietnam pun juga mengalami kenaikan penjualan hingga 24 persen jika dibandingkan tahun lalu menjadi 26.551 unit pada September seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang baik disana. Mobil komersial seperti bus dan truk juga menunjukkan hal positif karena pembangunan infrastruktur.

Singapura dimana sebagian besar pasar didominasi mobil premium juga mengalami kenaikan hingga 51 persen menjadi 7.944 unit.


(dry/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads