Hal ini langsung disampaikan Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI), Astrid Ariani Wijana kepada detikOto.
"Jadi prinsipnya Mazda stay di Indonesia. Ini hanya terkait tindakan perusahaan, ini sangat normal. Kami melakukan ini karena terjadi perubahan bisnis yang cepat di Indonesia, dan iklim perusahaan di Indonesia. Semuanya ini dilakukan untuk bisa lebih mengembangkan mazda," ujar Astrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk memaksimalkan Mazda di pasar Indonesia saat ini, MMI mengalihkan ke Eurokars. Karena kami melakokal-kan managemen-nya untuk kegiatan lebih cepat dan efisien, dan kami ingin konsumen tetap yakin. Sekali lagi kami katakan Mazda tetap melanjutkan bisnis di Indonesia," katanya.
"Apa yang dilakukan MMI? Kami telah meletakkan pondasi merek sejak 2006, memastikan berada di platform yang benar dan persepsi image yang baik, serta menghadirkan produk yang berkualitas dan dicintai di indonesia. Dan itu sangat berhasil, sekarang saatnya untuk membawa brand melangkah lebih jauh dengan melokalkan managemen," tambahnya.
Astrid juga mengatakan, saat ini MMI terus mengawasi proses perpindahan bisnis Mazda ke tangan Eurokars.
"Market Indonesia bagus, tapi kini ada perubahan iklim bisnis dan kami ingin memaksimalkan yang ada. Dan ternyata berujung tindakan perusahaan ini. Ini hanya langkah perusahaan saja, dan tentunya untuk saat ini MMI terus mengawasi proses berjalan dengan lancar, dan di Februari 2017 Eurokars bisa menjadi distributor dan importir Mazda di Indonesia," ujar Astrid. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun