Dilansir Carscoops, Jumat (14/11/2016), CEO Daimler, Dieter Zetsche membenarkan kabar tersebut. Sebab, biaya belanja Daimler meningkat karena melahirkan mobil listrik pertama.
Tahun depan Daimler berharap dapat membatasi pengeluaran untuk Research and Development (R&D) sekitar $ 13,2 miliar (Rp 171 triliunan). Sedangkan untuk tahun ini, Daimler menghabiskan $ 15,4 miliar (Rp 200 triliunan).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Paris Motor Show 2016, Mercedes-Benz memamerkan armada mobil listriknya dengan konsep Generation EQ suv (Sport Utility Vehicle), yang dibekali oleh dua penggerak listrik, dengan daya jangkau sejauh 500 kilometer. (rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0