"Ahli teknologi di Silicon Valley menciptakan produk berteknologi tinggi setiap hari. Namun, mereka masih tidak memiliki solusi untuk salah satu masalah terbesar: (kemacetan) di jam sibuk. Menanggapi hal itu, ahli di Airbus Group mengembangkan konsep radikal yang akan memanfaatkan ruang udara untuk mengurangi kemacetan perkotaan," tulis Airbus dalam situsnya, Kamis (25/8/2016).
Produsen pesawat terbang itu mengatakan, mereka memiliki ahli dalam pengembangan kendaraan terbang otonom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Teknologi sense-and-avoid) adalah salah satu tantangan besar yang kami targetkan bisa selesai sedini mungkin," katanya.
Lyasoff yakin bahwa sistem ini akan cocok untuk model taksi terbang. "Kami percaya bahwa permintaan global untuk kategori pesawat ini dapat mendukung armada jutaan kendaraan di seluruh dunia," sebutnya.
Kepala Eksekutif Airbus, Tom Enders menyebut, jaringan taksi terbang mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah. Namun, dia sangat percaya visi itu mulai terbentuk.
"Aku bukan penggemar Star Wars, tapi menarik untuk membayangkan bahwa suatu hari kota besar kami akan memiliki mobil terbang. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita bisa menggunakan ponsel pintar untuk memesan taksi terbang otonom yang akan mendarat di luar pintu depan kita, tanpa pilot," ujarnya. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?