"BBM non bersubsidi saat ini peningkatannya sangat besar sekali, jadi masyarakat sudah mengerti sekali yang dipakai saat ini (Premium-Red) sudah tidak bagus (untuk mesin)," kata Asisten Manajer untuk Harga dan Pengembangan Pasar PT Pertamina, Rama Sulut.
Ppeningkatan penggunaan Pertamax series sangat terasa. Penjualan Pertamax dari awalnya sekitar 800.000 kiloliter naik hingga 3 kali lipat hingga sekitar 2 juta kiloliter. "Sebenarnya masyarakat tanpa ditekan pemerintah, tanpa dipaksakan untuk mengganti BBM lebih baik, masyarakat lebih mengerti," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku Pertamina mengalami kerugian dengan menjual Premium, sampai akhirnya muncul ide gila untuk membuat bensin dengan oktan yang lebih tinggi, yakni Pertalite.
"Karena disaat itu kita harus memiliki ide gila, makanya muncul Pertalite, kalau Pertamina menjual premium dengan harga sekian, kita akan merugi sekian. Mending kita menjual bahan bakar dengan oktan naik sedikit dengan harga yang lebih mahal, sehingga meruginya lebih sedikit. Waktu itu soalnya harga impor naik," tambahnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas