Presiden Direktur NMI, Antonio Zara atau yang akrab disapa Toti mengatakan, di beberapa negara X-Trail Hybrid terbilang sukses. Sebab, di beberapa negara itu, pemerintahnya mendukung penggunaan mobil ramah lingkungan.
"X-Trail hybrid sukses di beberapa pasar, sukses di Jepang, di Thailand, di Eropa. Tapi di pasar-pasar tersebut, ada dukungan dari pemerintahnya untuk penggunaan mobil ramah lingkungan," kata Toti di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya Nissan. Siapa yang sukses dalam memperkenalkan model hybrid di Indonesia? Tidak ada," ucap Toti.
Menguji Performa Nissan X-Trail Hybrid
Toti menyebut, pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan dukungan penggunaan teknologi ramah lingkungan. Tidak hanya teknologi hybrid, kata Toti, pemerintah juga perlu mendukung penggunaan mobil listrik.
"Kalau hybrid dan listrik mau lebih sukses, kami membutuhkan dukungan (dari pemerintah) untuk mendorong pasar untuk membawa teknologi itu. Kami senang pemerintah kini sedang melakukan diskusi dan studi seberapa besar mereka bisa mendukung untuk menstimulasi pasar mobil ramah lingkungan," katanya.
Toti menegaskan, saat ini pihaknya masih menjual X-Trail Hybrid meski tidak banyak. Menurut data penjualan wholesales (penjualan dari pabrik ke diler) yang dicatat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), X-Trail Hybrid dari Januari-Mei 2016 baru terjual tiga unit.
"Kami menjual X-Trail tanpa subsidi apa pun. Tidak banyak. Walaupun tanpa dukungan, kami tetap memperkenalkan teknologi ramah lingkungan," pungkas Toti. (rgr/ddn)










































