Norwegia Larang Mobil Bermesin Bakar, CEO Tesla Sumringah

Norwegia Larang Mobil Bermesin Bakar, CEO Tesla Sumringah

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 06 Jun 2016 11:07 WIB
Norwegia Larang Mobil Bermesin Bakar, CEO Tesla Sumringah
Foto: Reuters
California/Oslo - Di beberapa tahun mendatang, mobil bermesin bensin dan diesel tampaknya akan diperangi di beberapa negara. Baru-baru ini muncul kabar bahwa Norwegia akan melarang peredaran mobil bensin dan diesel mulai 2025.

CEO Tesla (produsen mobil listrik asal California, Amerika Serikat), Elon Musk mencuit di akun Twitternya mengenai berita dari surat kabar Norwegia, Dagens Næringsliv yang menyebut pelarangan mobil bermesin bakar.

Dalam surat kabar itu disebut, empat partai politik utama telah setuju untuk menghentikan penjualan mobil diesel dan bensin mulai 2025. Masalah ini sudah didiskusikan di Norwegia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski keputusan ini belum final, Musk tampak gembira dengan kabar ini. Dalam cuitannya Musk Menulis, "Mendengar Norwegia melarang penjualan mobil bermesin bakar pada 2025. You guys Rock!!"

Selain rencana pelarangan mobil bermesin bakar, pemerintah Norwegia juga mengungkapkan usulan ambisius untuk membuat kota Oslo lebih layak huni. Usulan itu berupa pelarangan semua kendaraan pribadi melintas di pusat kota Oslo pada 2019.

Seperti dilansir Daily Caller, Norwegia saat ini masih menjadi produsen minyak bumi nomor 14 terbesar dunia. Hanya berada di bawah Qatar dan Meksiko.

India dan Denmark sudah mempertimbangkan untuk melarang mobil bermesin konvensional. Namun kedua negara itu paling cepat akan melakukannya di 2030. Sementara Belanda juga tengah berdebat mengenai pelarangan yang kemungkinan akan dilakukan pada 2025.

Sementara itu mengutip Independent, Norwegia sudah menjadi salah satu surga mobil listrik. Sekitar 24 persen mobil yang beredar di sana sudah menggunakan mobil listrik. Norwegia juga menjadi negara yang paling getol mengampanyekan energi terbarukan. Sekitar 99 persen listrik yang mereka hasilkan diperoleh dari pembangkit tenaga air. Kapan Indonesia bisa?




(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads