Mobil memiliki mesin 970 cc dengan sistem pengabutan bahan bakar injeksi. Untuk rangka dan bodi, mobil menggunakan kontruksi sasis tangga agar lebih nyaman. Sasis ini dibuat di Tegal dan sisanya dikerjakan di Kota Semarang.
Suspensinya menggunakan 3 link dengan coil spring, rigid axel. Untuk kapasitas angkut karena ini mobil pikap, bisa mengangkut sekitar 900 kg beban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah lulus standart emisi Euro 2 dan uji layak jalan 100 ribu kilometer. Sudah dicoba untuk jalan sampaik ke Aceh," kata Widya di Kampus Unnes.
Unnes sejak tahun 2012 memang menjalin kerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemperin) merancang mobil pedesaan sehingga terciptalah Mobil Desa. Selama membuat mobil itu, mesin disuplai Viar.
Terus kenapa mobil sudah menggunakan pelat nomor hitam? Rupanya pelat nomor itu hanya pajangan saja. Pelat nomor itu tadinya dipasang di mobil Suzuki Katana milik Widya. (alg/ddn)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Harga BBM di Malaysia Turun, Bensin RON 95 Non-subsidi Setara Rp 15 Ribuan